bekasi-daerah-paling-panas-di-Indonesia

Terpaut 2 Derajat Celcius dengan Mekah, Bekasi Daerah Paling Panas di Indonesia

Tak jauh dari Jakarta, ada daerah paling panas di Indonesia. Adalah Bekasi, letaknya sangat strategis sebagai wilayah jantung Ekonomi dan Pusat Pemerintahan Indonesia. Yaitu sebagai bufferstaat atau wilayah penyangga bagi jantung dari sebuah bangsa yang memiliki lebih dari 17.000 Pulau dan 700 Sungai besar atau Kali alam.

Sebagai sebuah wilayah dari Provinsi Jawa Barat yang sejak berdiri nya kerajaan Tarumajaya adalah wilayah Gemah Ripah Loh Jinawi. Peradaban di pesisir sungai ketika itu sudah memiliki cara-cara tersendiri untuk memanfaatkan alam sekitar tanpa memberikan dampak buruk di kemudian hari.

Terbukti sebelum Bangsa Eropa mengenal teknik bagaimana memanfaat sungai, leluhur kita sudah lebih dulu membuat channel/ kanal atau sekarang disebut sodetan agar mampu mengairi sawah dan tanpa kita sadari di Sungai Gomati merupakan bagian dari goresan sejarah tentang pemanfaatan sungai.

Sayangnya, sampai hari ini, sejarawan belum sepakat dimana lokasi kali tersebut karena mamsih melakukan aksi mitigasi bencana delapan abad sebelum ada BASARNAS atau BPBD yang hari ini merupakan lembaga yang ditugasi mengurus hal tersebut.

Hingga akhirnya Orde Baru dengan road map pembangunan ekonomi dalam konsep REPELITA (rencana pembangunan lima tahun) sukses mendatangkan investor dari luar negeri.

Hasilnya, triliunan dolar berhasil di raup dan berdiri di Bekasi sejumlah kawasan industri. Sedikitnya ada 11 kawasan industri bercokol di bumi Bekasi dengan jumlah lebih dari 12.000 perusahaan dan menghasilkan eksport nasional 37‰ dan menghasilkan pajak yang masuk ke pundi APBN mencapai 20‰ lebih.

Bekasi Jadi Daerah Paling Panas di Indoesia

Inilah kondisi alam Bekasi. Sejak awal kajian strategis dari lahan yang akan dijadikan Industri hanyak menuai masalah. Wilayah yang hari ini dijadikan kawasan beberapa dintaranya merupakan wet land atau daerah basah yang sangat berfungsi vital telah berubah fungsi menjadi infrastruktur.

Idealnya, daerah tersebut sebagai serapan air, pengendali banjir, penopang ekosistem, penghijauan dan sebagai paru paru penghasil o2 (oksigen) seperti di Kecamatan Setu, Cikarang Barat, Tambun Selatan dan Sukatani.

Daerah tersebut kini menjadi kawasn daerah paling panas di Indonesia, padahal idealnya itu adalah wilayah basah nan ijo royo royo. Maka tak heran setelah wet land berganti menjadi bangunan dengan lantai rigid dan beratap seng komplit dengan ribuan cerobong yang menantang angkasa menghasilkan gas efek rumah kaca membuat kenaikan suhu ekstrim sebanyak 0.7 derajat celsius per tahun.

Di lain sisi Pemkab sama sekali tidak mempunyai road map terkait program dalam penanggulangan nya. Anggaran APBD masih serampangan dan berkutat dalam hal membungkam “nyinyir” dari warganya. Jika hal tersebut tak ada perubahan nyata terkait melawan Climate Change & Global Warming.

Maka, dalam dua tahun ke depan, daftar Kecamatan setelah Bojong Mangu, Sukawangi yang telah berahun-tahun mengalami kekeringan akan di susul dengan Kecamatan lain menjadi korban berikutnya menjadi daerah paling panas di Indonesia… (Oleh Dedi Kurniawan, S. Sos Aka Jhon Smokers)

* Penulis adalah Ketua Harian dari komunitas save kali cikarang dan Direktur Lembaga Kajian Strategis dari Bambu foundation.