Candirejo

 
0.0 (0)
41 0 5 0
candirejo kuliner

Lokasi

Provinsi
Kota/Kabupaten
Kode Pos
56553

Info Kontak

Nomor Telp.
0813-2880-8520

Informasi

Fasilitas
  • Homestay
  • Musholah
  • Outbound
  • Rumah Makan
  • Tempat Parkir
  • Toilet

Nama Dan Sejarah Terbentuknya Desa Wisata Candirejo Menurut tutur tinular (kata turun-temurun), nama Candirejo berasal dari kata Candighra. Seiring waktu berjalan, terjadi perubahan kata atau penyebutan, Candighra kemudian berubah menjadi Candirga dan selanjutnya berubah lagi menjadi Candirja, dan pada akhirya seperti nama desa tersebut saat ini, yaitu Candirejo. Bila diuraikan, kata Candi (bahasa Jawa) berarti batu dalam bahasa Indonesia, dan kenyataannya separuh dari luas wilayah desa Candirejo berupa daerah berbukit yang masuk dalam kawasan pegunungan Menoreh yang merupakan bekas gunung api.

Keberadaan batu itu juga tersimbolkan dalam beberapa nama tempat yang terkait dengan mitos setempat tentang bebatuan seperti Watu Kendhil, Watu Ambeng, Watu Dandang , Watu Klenthing yang terletak di dusun Butuh, Watu Tambak, Watu Tumpuk, Watu Asin, Watu Cekathak yang letaknya di dusun Sangen dan Kaliduren. Kata Rejo sendiri berarti subur dan ini merupakan perlambang kesuburan tanah dataran Candirejo, meskipun merupakan tanah lahan kering. Pada akhirnya Candirejo dapat diartikan sebagai wilayah yang banyak batu-batunya tetapi subur.

Desa Candirejo terletak 3 Km kearah tenggara dari pusat peradaban dunia Candi Borobudur yang dapat ditempuh dengan andong (Transportasi Lokal) sambil menikmati keindahan alam bukit menoreh dan sapaan dedaunan yang melukiskan kekentalan suasana khas pedesaan.

Desa Candirejo memiliki luas wilayah 366,25 Ha dengan jumlah KK 1416 & jumlah penduduknya 4321 jiwa yang secara administrative terbagi menjadi 15 dusun dan terbelah oleh dua sungai (Sungai Sileng / Progo) sehingga 8 dusun di lereng menoreh ,7 dusun merupakan dataran di bagian utara yang dilalui oleh sungai progo. Di Candirejo terdapat 6 Tk /Paud, 5 SD , 1 SLTP.

Desa Candirejo terletak pada ketinggian 100 hingga 850 dpl dengan konfigurasi umum lahanya berbukit dan dataran dengan curah hujan rata – rata 2468 mm, dan dalam siklus waktu tertentu terjadi kemarau panjang sehingga warga masarakat kesulitan air.

Makanan Khas Makanan khas Desa Wisata Candirejo adalah “Mangut Beong”. Beong adalah salah satu ikan air tawar yang hidup di Sungai Progo. Ikan ini dimasak dengan campuran bumbu rempah – rempah dan santan dengan rasa pedas yang dominan. Snack yang lain adalah slondok yang terbuat dari ketela pohon. Proses pembuatannya setelah ketela di kupas kemudian di cuci dan di parut. Setalah di parut kemudian di pres untuk mendapatkan tepung yang akan di buat slondok. Setelah itu di campur dengan garam. Bawang putih dan ketumbar. Proses selanjutnya di kukus kurang lebih 30 menit kemudian di masuk kan ke mesin penggiling daging untuk membuat bentuknya. Bentuk bulat sebesar gelang tangan di buat secara manual satu per satu. Kemudian di jemur dan proses terakhir di goreng.

Karah juga salah satu snack tradisional yang terbuat dari ketela pohon. Proses pembuatannya juga hampir sama dengan pembuatan slondok. Yang membedakan, setelah ketela di kupas dan di parut tidak langsung di proses, melainkan didiamkan selama satu hari satu malam. Sehingga rasa dari karah ini sedikit asam dan teksturnya lebih keras tapi renyah.

Photos

candirejo watu kendil
candirejo
candirejo dokar
candirejo jatilan

Peta

Swap Start/End

User reviews

Belum ada review untuk listing ini.
Untuk mereview silahkan dulu