desa sade

Desa Sade

 
0.0 (0)
128 0 5 0
desa sade 3

Lokasi

Kota/Kabupaten
Kode Pos
83573

Informasi

Fasilitas
  • Homestay
  • Musholah
  • Rumah Makan
  • Tempat Parkir
  • Toilet

Desa Sade merupakan salah satu destinasi di Lombok yang sangat terkenal. Jika Lombok banyak menyajikan keindahan pantai dan gunung, maka Desa Sade mewakilkan kehidupan dan budaya masyarakat pribumi, suku Sasak.

Suku Sasak di Lombok dikenal kekeh mempertahankan adat tradisi nenek moyang. Hingga saat ini semua itu masih bisa dijumpai, terutama di beberapa desa tradisional Sasak yang seolah tidak sedikitpun tersentuh modernisasi.

Secara visual, keunikan Desa Adat Sade menonjol melalui arsitektur vernakuler rumah adatnya. Masyarakatnya benar-benar mempertahankan keaslian dan keutuhan rumah tradisional. Dibangun menggunakan teknik dan material lokal untuk merealisasikan fungsi sosial budayanya.

Berdiri di lahan seluas sekitar lima hektar, Desa Adat Sade merupakan salah satu dusun di Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Desa konservasi sebagai pelestari budaya yang telah ada sejak 600 tahun yang lalu dan telah menjadi tujuan wisata sejak masa Hindia Belanda.

Seiring makin sulitnya dijumpai arsitektur vernakuler di zaman modern, dengan sendirinya Desa Sade menawarkan sesuatu yang eksotik yang menunjang pariwisata Pulau Lombok. Sebagai desa wisata, Sade mulai disahkan tahun 1990 oleh Presiden RI ke-3, Bapak Bj. Habibi.

Seiring berjalannya waktu, desa ini semakin diminati, baik oleh wisatawan nusantara maupun turis mancanegara. Lebih dari daya tarik rumah adat, Desa Sade juga merupakan tujuan wisata populer untuk berbelanja kain tenunan, aksesoris, batik serta pakaian adat Suku Sasak.

Perempuan Sade sangat piawai menenun, karena sudah menjadi semacam keharusan mereka. Adapun laki-lakinya secara tradisi merupakan para petarung. Hal ini dapat dilihat dari salah satu kesenian tradisionalnya, yakni Presean.

Desa Sade adalah gaya atau pola hidup masyarakatnya yang sangat tradisional dan menjunjung tinggi kearifan lokal. Mayoritas beragama Islam, namun sebagian masih menganut Islam Wetu Telu yang hanya mengerjakan sholat tiga kali dalam sehari.

Rumah Adat Sade yang unik menampung 700 orang yang terdiri dari 152 kepala keluarga (KK) dalam 7 Rukun Tetangga (RT). Sejumlah 152 rumah tetap dipertahankan keasliannya. Ketika membangun, mereka merujuk papan warige dari primbon tapel adam dan tajul muluk.

Masyarakat Sasak Sade biasa membangun rumah di bulan ke-3 dan ke-12 dalam penanggalan Sasak yakni Rabiul Awal dan Dzulhijjah. Mereka pantang membangun ketika Muharram dan Ramadhan karena diyakini mengundang hal-hal buruk. Penyakit dan sulit rezeki misalnya.

Masyarakat di Desa Sade juga selektif dalam penempatan rumah yang akan dibangun. Salah satunya, mereka pantang membangun rumah berlawanan arah atau ukurannya berbeda dari rumah yang lebih dulu ada. Melanggar konsep itu dianggap melawan tabu (maliq lenget).

Photos

desa sade 4
desa sade 1
desa sade 2

Peta

Swap Start/End

User reviews

Belum ada review untuk listing ini.
Untuk mereview silahkan dulu