Desa Wisata Kemetul

 
0.0 (0)
26 0 5 0
kemetul desa 1

Lokasi

Provinsi
Kota/Kabupaten
Kode Pos
50777

Informasi

Fasilitas
  • Homestay
  • Musholah
  • Rumah Makan
  • Tempat Parkir
  • Toilet

Desa Kemetul merupakan Desa Wisata yang menyajikan kondisi alam nan indah, serta keramahan masyarakat desa, yang merupakan bentuk dari luhurnya budaya Jawa. Desa ini mendekatkan para pendatang pada keasrian lingkungan desa dan ritual kepercayaan masyarakat di Desa Kemetul.

Desa Wisata Kemetul adalah salah satu Desa Wisata yang ada di Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, letaknya berada paling utara di Kecamatan Susukan, tepatnya berada diperbatasan antara Kecamatan Susukan dan Kecamatan Suruh, yang diapit dengan dua sungai yang daerah alirannya melewati perbukitan, lembah, dan sawah.

Desa wisata kemetul berjarak sekitar 43 Km dari Kota Ungaran, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam –1,5 jam. DesaWisata Kemetul ini meliputi 4 RW dan 19 RT. Luas wilayah keseluruhan Desa Wisata Kemetul ialah 166,5 Hektar, yang terdiri dari perkarangan 104 Hektar dan areal pertanian 62,5 Hektar.

Desa Wisata Kemetul ini masih kental dengan tatanan moral dan etika Jawa. Hal ini tampak dari aktivitas masyarakat, yang sampai saat ini masih melestarikan budaya adat yang ada di Desa. Dalam kehidupan sehari-hari, tiap individu dalam masyarakat masih bersikap sopan, baik terhadap yang lebih tua maupun terhadap sesama. Selain itu, masih banyak aturan bersama yang bersifat larangan untuk melakukan perbuatan yang melanggar ungguh-ungguh atau nilai kesopanan.

Terdapat dua tempat yang menjadi cikal bakal terbentuknya Desa wisata dan maskot Desa. Pertama, yakni makam yang sakral yang berada disebelah timur Desa. Keberadaan makam sakral tersebut, membentuk sebuah kepercayaan yang dipecayai masyarakat.

Makam Nyai Ketul dan Kyai Ketul, yang pertama kali tinggal dan menginjakkan kaki di Desa Wisata Kemetul. Berikutnya di sebelah barat terdapat maskot Desa yang lain, yakni Bunga Khantil yang menurut kepercayaan konon jatuhnya bunga khantil di Kraton Solo. Hal ini masih menjadi pertanyaan bagi masyarakat baru yang tinggal di Desa Wisata Kemetul akan kebenaran hal tersebut.

Ada beberapa paket wisata yang tersedia di Desa Wisata Kemetul, seperti tracking Sobowono yang dapat diambil minimal 20 orang, memetdidiskali yang dapat diambil minimal 20 orang, mengolah sawah dapat diambil minimal 20 orang. Sedangkan untuk paket wisata tahunan ada paket wisata budaya seperti nyadran dapat diambil minimal 5 orang, dawuhan dapat diambil minimal 5 orang, uberkali dapat diambil minimal 5 orang, mertideso dapat diambil minimal 5 orang.

Ada yang perlu diketahui dari beberapa paket wisata tersebut, mulai dari tracking Sobowono, sebuah paket wisata yang disediakan dimana kegiatannya adalah jalan kaki melintasi ladang dan persawahaan, dimana para wisatawan dapat memilih jalan sendiri dengan disertai guide.

Dengan ini para wisatawan dapat menikmati sensasi jalan-jalan layaknya orang desa, ketika hendak atau pun pulang dari ladang dan juga bisa menginspirasikan suara nyanyian dan teriakan yang tentunya masih terdapat tata krama sesuai adat desa.

Dengan hal ini diharap dapat memupuk kerjasama agar lebih kompak dalam hal yang positif. Mengelolah sawah adalah sebuah kegiatan dimana wisatawan diajarkan cara dan teknik mengelolah sawah mulai dari membajak sawah, mencangkul hingga proses penanaman benih padi.

Nyadran, tradisi yang diadakan setiap menjelang bulan puasa. Sebuah aktivitas budaya yang menunjukan pnghormatan keluarga yang masih hidup terhadap Luwur (Keluarga yang sudah meninggal dunia). Bagi orang Jawa, luwur memiliki ruang tersendiri dalam kehidupan. Seperti halnya program transmigrasi tidak begitu mulus pada era1980-an, salah satu penyebabnya yakni bahwa orang Jawa tidak bisa meninggalkan luwur-nya.

Selanjutnya, aktvitas Dawuhan yang berasal dari kata dawuh atau perintah. Disatu sisi dawuhana adalah sebuah proses dimana warga desa meminta agar segera diturunkan hujan. Jadi dalam makna ini, dawuhan sendiri diberi makna, manusia diperintahkan yang maha kuasa untuk meminta hujan, bukan manusia yang mmemerintahkan yang maha kuasa menurunkan hujan.

Ritual ini biasa lakukan di lereng bukit Sadang tepat dibawah pohon Kanthil yang menjadi ikon Desa Wisata Kemetul. Berikutnya, Uberkali adalah sebuah proses membersihkan sungai atau pun sumber mata air yang ada di Desa Wisata Kemetul. Ritual ini menjadi rasa puji syukur atas karunia berupa mata air yang selama ini digunakan untuk konsumsi atapun mengairi persawahan.

Selanjutnya aktivitas Merti Desa yang merupakan budaya kearifan lokal dimana bernama merawat Desa. Hal ini merupakan bentuk budaya, sebuah ungkapan rasa syukur warga atas karunia yang diberikan Yang Maha Kuasa kepada warga Desa dalam bentuk sandang pangan dan papan. Termasuk didalamnya adalah mensyukuri hasil panen dan hasil bumi.

Kemeriahan acara ini juga disemarakan dengan iring-iringan joleny yang akrab dengan sebutan Jolenan. Apa yang masyarakat ketehui tentang jolenan? Jolenan memiliki makna jarwo dosok/ Ojo Kelalen (jangan lupa). Maksudnya adalah jangan sampai kita lupa dengan apa dan siapa yang telah memberikan atau diberikan, dan disertai dengan wayangan semalam suntuk sebagai penutup ritual ini. Budaya satu ini biasanya diadakan pada bulan-bulan antara Mei sampai Agustus.

Photos

kemetul desa
kemetul desa 4
kemetul desa 2
kemetul desa 3

Peta

Swap Start/End

User reviews

Belum ada review untuk listing ini.
Untuk mereview silahkan dulu