• Desa Wisata
  • Inilah 5 Desa Wisata Terbaik Di Jatim Yang Patut Dikunjungi

Inilah 5 Desa Wisata Terbaik Di Jatim Yang Patut Dikunjungi

Baru
Pejalan
Updated 12 October 2021

Desa wisata kini menjadi destinasi wisata yang sangat diminati pada masa pandemi seperti sekarang ini. Selain menyuguhkan pengalaman berwisata juga memberikan nilai plus bagi kesehatan. Untuk itu kamu patut berkunjung ke 5 desa wisata terbaik di Jawa Timur.

Terdapat 7 kategori yang harus dipenuhi untuk menjadi desa wisata di Jawa Timur seperti CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability), desa digital, souvenir (kuliner,fashion, kriya), daya tarik wisata, konten kreatif, homestay dan toilet.

Nah, dari kategori tersebut terdapat beberapa desa wisata di Jawa Timur yang memenuhi persyaratan tersebut, diantaranya :

1.Desa Wisata Kampung Blekok, Situbondo

Desa wisata ini terletak di Dusun Pesisir, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo. Kampung Blekok ini merupakan kawasan wisata berbasis konservasi mangrove dan burung air, sehingga wisatawan dapat melakukan interaksi langsung dengan tumbuhan mangrove seperti, pembibitan, penanaman hingga perawatan.

Bahkan wisatawan juga bisa mengamati dan memotret keindahan burung-burung air disana. Wisata edukasi hingga berburu sunset bisa kamu temukan di kampung blekok.  Jika kamu tertarik untuk berkunjung ke desa wisata Kampung Blekok maka kamu akan dikenakan tikety sebesar Rp 6 ribu untuk dewasa dan anak-anak Rp 3 ribu.  Sementara untuk parkir sebesar Rp 5 ribu untuk mobil dan Rp 2 ribu untuk motor.

2.Desa Wisata Sanankerto, Malang

Desa wisata Sanakerto ini terletak di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Tepatnya diantara kota Malang, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan Pantai Selatan. Desa Sonoerto ini memiliki ekowisata Boon Pring dan sebuah telaga di area hutan bambu.

Dalam desa wisata ini terdapat edukasi budaya ikan air tawar, edukasi pertanian, edukasi budidaya maggot BSF, kampung rolas KRPL, telur asap Boonpring, tarian penyambutan hingga tempat berselfi disekitar telaga.

Selain itu, desa di Jawa Timur ini juga menyuguhkan aktivitas air. Bagi kamu yang tertarik dengan kegiatan semacam outbond, kamu bisa berkunjung ke desa Sanankerto. Untuk tiket masuknya dibandrol Rp10 ribu bagi orang dewasa dan Rp5 ribu untuk anak-anak.

3.Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong, Mojokerto

Kampung Majapahit Bejijong ini terletak di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Menurut sejarah desa Bejijong ini merupakan jantung dari ibukota Kerajaan Majapahit sehingga menjadikan desa wisata ini pada kriteria seni dan budaya.

Beberapa kegiatan yang ada dalam Kampung Majaphit seperti  Sinau sejarah, Majapahit, seni  budaya, kerajinan, dan entrepreneurship gaya Majapahit yang ditujukan kepada pelajar dan mahasiswa.  Bahkan kamu bisa bermalam di kampung dengan nuansa serba tradisional ala kerajaan Majapahit.

Di desa wisata ini terdapat patung Budha yang menjadi patung Budha terbesar di Indonesia dan kedua di Asia setelah Thailand. Nah kalo kamu ingin berkunjung maka kamu harus merogoh kocek mulai Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribu.

4.Desa Wisata Tamansari, Banyuwangi

Desa wisata Taman sari ini masuk dalam desa Smart Kampung. Desa ini terletak di Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi. Tamansari menyuguhkan wisata alam seperti Kawah Ijen, Sendang Seruni, hutan pinus, kampung bunga, hingga kampung penambang.

Selain wisata alam, Desa Tamansari juga memiliki wisata UMKM seperti peternakan sapi perah, peternakan lebah madu, kebun kopi, oleh-oleh rumahan, dan warung osing. Terdapat wisata tradisi seperti kesenian pencak silat dan jaranan.

Bagi kamu yang tertarik berkunjung ke sana, desa ini menyiapkan homestay dengan tarif kisaran Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per harinya.

5.Desa Wisata Ranu Pani, Lumajang

Desa wisata ini terletak Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, desa ini memiliki kekhasan suku Tengger. Di desa ini terdapat 3 danau yaitu Ranu Regulo, serta yang masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yaitu Ranu Pani dan Ranu Kumbolo. Untuk wisata budaya di desa Ranupani antara lain tradisi Ujung Tengger, Bantengan, dan Kepangan.

Desa yang berada di ketinggian 2.100 mdpl ini merupakan desa terakhir untuk jalur pendakian Gunung Semeru. Hamparan awan serta suhu di bawah 10 derajat celcius menjadi ciri khas desa pegunungan ini.

Harga tiket masuk untuk ke danau Ranu Kumbolo ialah Rp19 ribu untuk hari biasa dan Rp24 ribu untuk akhir pekan. Parkir roda 2 Rp5 ribu, parkir roda 4 Rp10 ribu. Selain bisa berkemah, berburu sunrise, trekking, hingga menikmati alam sekitar termasuk keindahan bunga Edelweis di Ranu Kumbolo, kamu juga bisa berkuda dengan tarif sewa Rp100 ribu.

User reviews

Belum ada review untuk listing ini.
Untuk mereview silahkan dulu