• Desa Wisata
  • Jatimulyo, Desa Surganya Burung Langka Di Yogyakarta

Jatimulyo, Desa Surganya Burung Langka Di Yogyakarta

Baru
Pejalan
Updated 11 October 2021

Desa wisata kini menjadi altenatif destinasi wisata yang trend di masa pandemi. Salah satunya adalah desa Jatimulyo yang berada di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi rumah bagi ratusan spesies burung langka.

Desa Jatimulyo ini kini dinobatkan sebagai desa yang ramah dengan burung. Sehingga didesa ini akan melarang segala bentuk aktivitas yang berpotensi mengganggu ekosistem satwa di daerah tersebut, sebagai kearifan lokal daerah tersebut.

Jatimulyo terletak di kawasan bukit menoreh, sebuah pegunungan kapur yang membentang dari Kabupaten Kulon Progo (DIY), Purworejo, dan Magelang (Jawa Tengah). Secara administratif kelurahan ini masuk wilayah Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo.

Nah bagi kamu yang ingin berkunjung ke desa Jatimulyo maka cukup berkendara 1 jam dari pusat kota Yogya. Meski demikian, untuk mencapai lokasi ini diperlukan kendaraan prima karena akan melewati jalur berliku dan naik turun melintasi dataran tinggi.

Bahkan, kondisi jalan di sini juga belum sepenuhnya diaspal. Beberapa ruas masih berupa tanah berbatu dan hanya bisa dilalui satu unit kendaraan roda empat. Selayaknya kelurahan lain di area perbukitan menoreh Kulon Progo, kawasan Jatimulyo masih begitu asri. Sejauh mata memandang, pengunjung bakal disuguhkan dengan hijaunya pepohonan yang rimbun.

Ketika memasuki wilayah Jatimulyo maka suasana sepi akan berubah dengan sambutan berbagai kicauan suara burung. Sehingga suara kebisingan kota besar yang berupa deru kendaraan berganti dengan keasrian alam.

Ya, Jatimulyo menjadi kelurahan yang dengan tegas melarang segala bentuk perburuan burung. Di sini, burung-burung dijaga dengan baik oleh warga setempat. Bagi yang kedapatan berburu, bakal ada sanksi yang dijatuhkan.

Sanksi terhadap aktivitas perburuan liar itu tertuang dalam Peraturan Desa Jatimulyo no 8/2014 tentang Perlindungan Lingkungan Hidup yang ada di Jatimulyo. Perdes ini diterbitkan setelah adanya keresahan dari warga dan para pengamat burung terhadap keberadaan satwa tersebut di Jatimulyo yang mulai jarang ditemui imbas masifnya perburuan liar.

Kehadiran perdes tersebut berbuah manis. Sejak perdes diterbitkan, aktivitas perburuan yang dulu dilakukan oleh mayoritas warga Jatimulyo mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Bahka saat ini sudah tidak ada warga yang berburu lagi di Jatimulyo karena sudah sadar tentang pentingnya menjaga keberadaan satwa tersebut.

Berhentinya aktivitas perburuan berdampak positif bagi kelestarian burung di kelurahan ini. Sebab, jumlah spesies yang ditemui setiap tahunnya mengalami kenaikan, dari yang sebelumnya berkisar 90 jenis saat ini bertambah jadi 115 atau separuh dari 227 total spesies burung di Kabupaten Kulon Progo ada di sana.

Tak hanya itu, untuk memastikan kelestarian burung di desa Jatimulyo warga telah membentu Kelompok Tani Hutan Wanapaksi. Dimana kelompok ini akan memantau habitat burung dan mengedukasi masyrakat dalam menjaga kelestarian satwa.

User reviews

Belum ada review untuk listing ini.
Untuk mereview silahkan dulu