• Desa Wisata
  • Tenganan Pegringsingan, Desa Wisata Bali Kuno Yang Patut Dikunjungi

Tenganan Pegringsingan, Desa Wisata Bali Kuno Yang Patut Dikunjungi

Pejalan
Updated 11 October 2021

Desa wisata kini menjadi destinasi wisata yang tengah trend ditengah pandemi Covid 19. Tenganan Pegringsingan merupakan salah satu desa wisata Bali Kuno yang dikenal dengan istilah Bali Aga yang memiliki ciri khas unik.

Desa wisata Tenganan Pegringsingan merupakan desa wisata dengan ciri khas Bali Kuno yang tidak dipengaruhi oleh kebudayaan Kerajaan Majapahit yang masuk ke Pulau Dewata. Sehingga corak kehidupan yang diwujudkan dalam bentuk sistem sosial kemasyarakatan dan tata upacaranya asli Bali.

Menurut ketua pengelola desa wisata Tenganan Pegringsingan I putu Wiadnyana, desa ini masuk sebagai salah satu dari 179 desa wisata yang ada di pulau Bali. Desa ini berada di Kecamatan Manggis, Karangasem dengan jumlah penduduk 750 jiwa.

Desa wisata Tenganan Pegringsingan merupakan desa di Bali yang memiliki corak masyarakat Bali Aga yakni desa Sembiran dan desa Julah di Kabupaten Buleleng, dan beberapa desa di Kabupaten Bangli. Sedangkan untuk membedakan Desa Bali Aga dengan desa lainnya terdapat empat kriteria, seperti:

1.Sistem pemujaan

Berbagai desa adat di Bali memang terpengaruhi kebudayaan Kerajaan Majapahit, biasanya wajin memiliki sarana persembahyangan berupa Kahyangan tiga atau tiga buah pura seperti Pura Desa, Pura Puseh, dan Pura Dalem.

Sementara itu, untuk desa Bali Aga khususnya Tenganan Pegringsingan memiliki banyak pura dan tidak hanya menyembah para dewa saja tetapi juga para leluhur.  Sehingga desa Bali Aga umumnnya memiliki banyak pura, di Tenganan Pegrisingan sendiri terdapat 35 pura.

2.Pawongan atau sistem tata sosial masyarakat

Desa Tenganan Pegringsingan semua orang memiliki derajat yang sama, hal ini tentu akan berbeda dengan desa lain yang menganut strata sosial atau yang sering kita kenal dengan kasta.

3.Palemahan atau sistem tata ruang

Masyarakat Bali memang selalu memperhatikan tata ruang untuk sebuah rumah atau desa. Di desa Bali aga, khususnya di Desa Wisata Tenganan Pegringsingan hampir 90 persen tanah dimiliki oleh pihak desa dan tidak diperjualbelikan.

Bukan saja terkait tanah, sistem pelemahan ini juga mengatur tata ruangan dan bangunan. Sehingga bangunan di desa wisata Tenganan Pegringsingan memiliki ciri khas yang unik. Seperti penempatan ruang suci, ruang proyan, termasuk cara pandang terhadap kawasan yang dianggap memiliki nilau yang lebih tinggi.

4.Tata Masa atau Waktu

Di desa Tenganan Pegringsingan memiliki hitungan waktu atau kalender tersendiri. Tentunya kalender ini berbeda dengan kalender Bali atau kalender Masehi. Seperti saat ini berada di bulan 9, tetapi pada kalender Bali pada umumnya berada di bulan 4.

Sedangkan secara keseluruhan desa wisata Tenganan Pegringsingan ini memiliki dua daya tarik diantaranya alam sekitar dan budaya. Untuk alam desa ini memiliki persawahan dan hutan adar yang diakui oleh Kementerian Kehutanan sebagai hutan adat.

Kemudian dari sisi budaya kami memiliki atraksi adat istiadat berupa upacara adat yang unik, serta memiliki makna, nilai yang luhur, sehingga pengalaman yang ditawarkan ketika berkunjung ke desa wisata ini berbeda dengan desa lain yang berada di Bali.

User reviews

Belum ada review untuk listing ini.
Untuk mereview silahkan dulu