Indonesia Promosikan Destinasi Wisata Kesehatan

Pejalan
Updated 08 September 2021

Untuk meningkat dunia pariwisata yang terpuruk akibat Covid 19, maka pemerintah mulai melirik destinasi wisata kesehatan seperti Singapura yang kini menjadi negara rujukan untuk kesehatan. Bahkan kini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)  akan mengembangkan program wisata kesehatan.

Bahkan, Sandiago Uno mengakui saat ini tengah mengembangkan sebuah program wisata yang mengedepankan kesehatan atau medical tourism. Selain itu, wisata kebugaran dan obat herbal akan dibidik karena dianggap memiliki pasar yang sangat luas dan bisa merambah dunia internasional.

Ide untuk menjadikan Jakarta, Medan, dan Bali sebagai destinasi wisata kesehatan ini tentunya karena banyaknya wisatawan nusantara yang berobat ke luar negeri. Bahkan untuk mendapatkan kesehatan tersebut tiap tahunnya mereka menghabiskan 11 miliar dolar AS untuk berwista kesehatan di luar negeri.

Sehingga sebagai pilihan untuk mengisi pasar wisata kesehatan tersebut, maka pemerintah akan mempromosikan Jakarta, Medan, Bali sebagai kota-kota yang akan menjadi rujukan tujuan wisata kesehatan untuk tahap awal, kemudian akan dikembangkan kepada kota-kota lainnya.

Untuk mewujudkan Indonesia memiliki destinasi wisata kesehatan tersebut, tentunya pihak Kemenparekraf akan merangkul berbagai instansi dari lintas kementerian, swasta, dan asosiasi kedokteran di Indonesia, guna bekerja sama mendukung  wisata kesehatan yang ada di Indonesia.

Meski dalam dunia kesehatan sendiri Indonesia belum mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Namun sekarang ini Indonesia  mulai melangkah kepada kualitas yang baik agar dapat bersaing dengan rumah sakit yang ada di luar negeri. Untuk yang terdekat adalah rumah sakit-rumah sakit yang ada di Singapura.

Fasilitas sarana penunjang rumah sakit pun terus ditingkatkan agar dapat bersaing dengan rumah sakit di luar negeri, langkah tersebut mulai dilakukan seperti RS Eka Hospital yang telah memililki alat kedokteran dari Jerman untuk perawatan Tulang Belakang  atau Spine, yang menjadi rumah sakit satu-satunya di Asia Tenggara yang memiliki fasilitas tersebut.

Indonesia Promosikan Destinasi Wisata Kesehatan

Bahkan pemerintah juga menjelaskan, hantaman pandemic Corona yang menghancurkan berbagai sektor, tentu menjadi tantangan ekonomi guna meningkatkan resiliensi dalam sektor industri kesehatan dalam negeri.

Untuk itu, dalam langkah awal promosi, maka wisata kesehatan ini akan difokuskan kepada wisatawan Nusantara. Bila semua sarana, prasarana, pelayanan mencapai standar internasional maka dapat dikembangkan kepada wisatawan mancanegara.

Bagaimana dengan wisata kebugaran dan herbal?

Indonesia sebagai negara kepulauan yang sangat luas yang menyimpan berbagai tanaman obat, tentu sangat potensial menjadi pusat pengobatan herbal. Ditambah dengan berbagai suku yang tersebar menjadikan Indonesia sangat kaya dengan ramuan-ramuan herbal.

Untuk wisata kebugaran dan herbal, maka pemerintah meyakini tingkat paritisipasi masyarakat Indonesia terhadap program ini sangat tinggi terutama di Bali. Bahkan saat ini telah banyak wisatawan mancanegara yang telah melakukan wisata berbasis kebugaran dan herbal.

Sekarang ini yang telah berjalan pada bidang estitika dan kosmetika. Karena itulah pemerintah akan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui reskiling dan upskiling, sehingga mampu memberikan standar pelayanan yang lebih baik.

Wah sepertinya bisa menjadi terobosan baru buat menggaet wisatawan yang berkunjung untuk memeriksakan kesehatan sekaligus menikmati wisata yang ada di Indonesia.

User reviews

Belum ada review untuk listing ini.
Untuk mereview silahkan dulu