Pasar Beringharjo

 
9.0 (1)
75 0 3 0
pasar beringharjo
pasar beringharjo 1
pasar beringharjo 2

Informasi

Fasilitas
  • Tempat Parkir
  • Musholah
  • Toilet
  • Rumah Makan

Pasar Beringharjo merupakan salah satu warisan budaya Jogjakarta yang masih terjaga hingga kini. Wajarlah mengapa Jogjakarta merupakan destinasi wisata yang sungguh akrab terdengar di masyarakat.

Berbagai macam wisata budaya, menunjukkan betapa terpeliharanya kultur setempat. Meskipun kemajuan jaman semakin bertambah, tetapi eksistensi wisata budaya di Jogjakarta masih tetap terjaga. Perihal eksistensi sendiri, hal itu ternyata terlihat pada eksistensi sebuah pasar legendaris di Kota Gudeg terebut.

Sebelum Anda melihat secara langsung, ada baiknya Anda mengetahui beberapa informasinya terlebih dahulu. Karena tentu saja, Pasar Beringharjo bukanlah satu-satunya lokasi wisata yang Anda kunjungi.

Masih banyak lokasi wisata budaya lainnya yang saying untuk Anda lewatkan dan lokasinya juga tidak berjauhan dari Pasar Beringharjo. Nah, simak beberapa informasi terkait Pasar Beringharjo berikut ini.

1. Asal Mula Pasar Tradisonal Beringharjo Pasar Beringharjo merupakan pasar tertua di Jogjakarta. Nama Beringharjo sendiri diambil dari kata Beringin. Hal itu karena dahulu wilayah pasar tersebut merupakan wilayah hutan beringin.

Yang memiliki makna filosofis yaitu memberikan kesejahteraan. Orang yang memberikan nama pasar adalah Sri Sultan Hamengkubuwono VIII. Pasar ini berdiri tidak lama setelah berdirinya Keraton Jogjakarta pada tahun 1758. Pasar ini menjadi pusat kegiatan ekonomi pada masanya.

Kemudian setelah beratus – ratus tahun lamanya, tepatnya pada 24 Maret 1925, dibangunlah los – los pasar atas kerjasama pihak Keraton Jogjakarta dengan pihak Perusahaan Beton Hindia Belanda, yaitu Nederlansch Indisch Beton Maatschappij. Akhirnya pada akhir bulan Agustus 1925, telah terselesaikan 11 kios.

2. Struktur Bangunan Struktur bangunan dari Pasar Beringharjo yang menjadi ciri khas adalah pada interiornya, yakni adanya perpaduan gaya kolonial Belanda dengan tradisional Jawa. Bangunan pasar ini terdiri atas dua bangunan yaitu bangunan bagian Barat dan Timur.

Bangunan bagian Barat terdiri dari dua lantai sedangkan di bagian Timur terdiri dari 3 lantai. Pintu masuk utama pasar Beringharjo menghadap Jalan Malioboro dan bertuliskan aksara Jawa dan Latin, yaitu Pasar Beringharjo.

3. Isi Pasar Beringharjo Di dalam pasar tersebut menyediakan aneka kuliner hingga barang – barang antik pun ada. Bagi para pengunjung yang ingin mencoba wisata kuliner dapat menikmati aneka kuliner di sana, diantaranya adalah jajanan pasar yang dapat diperoleh dengan harga terjangkau.

Kue Kipo, makanan khas dari Kotagede. Kue ini tergolong kue yang unik, karena proses memasaknya berbeda dari kue jaman sekarang . Kue Kipo dimasak dengan cara dibakar di atas wajan tanah liat. Cita rasa yang dihasilkannya pun berbeda dengan kue – kue dengan proses memasak dikukus.

Pada pelataran pasar, wisatawan dapat menikmati makanan tradisonal lain yang berupa sajian sayuran, namanya pecel urap. Pecel ini disajikan dengan bungkus daun pisang, yang isinya adalah macam – macam sayuran antara lain, sawi, tauge, bayam dan bumbu kacang. Sebagai pelengkapnya ditambahkan tahu atau tempe bacem.

Bagi Anda yang menyukai olahan dari bahan beras ketan, maka mendhut dan mega mendung dapat dijadikan sebagai olahan alternatifnya. Makanan ini berbentuk bulat dan berwarna merah serta hijau. Biasanya disajikan dengan kuah santan yang disiram di atasnya.

Peta

Swap Start/End

User reviews

1 review
Overall rating
 
9.0
Pemandangan
 
9.0(1)
Family Friendly
 
9.0(1)
Pelayanan
 
9.0(1)
Harga
 
9.0(1)
Untuk mereview silahkan dulu
Hunting oleh2 harga terjangkau
Overall rating
 
9.0
Pemandangan
 
9.0
Family Friendly
 
9.0
Pelayanan
 
9.0
Harga
 
9.0
Ajib deh buat cari souvenir atau oleh2 di yogya, harga mumer deh
Laporkan review ini Review ini membantu? 0 0