Polewali Hadirkan Laboratorium Bambu Di Tengah Hutan

Pejalan
Updated 10 November 2021

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya dengan flora dan fauna sehingga banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi para traveler, salah satunya adalah laboratorium bambu ditengah hutan. Laboratorium bamboo ini patut dikunjungi karena menyimpan keindahan yang menakjubkan.

Laboratorium bambu yang terletak ditengah hutan ini dibangun oleh seorang wanita bernama Siti Hadijah yang tinggal di Kabupaten Polewali Mandar. Ia pun mengaku membangun laboratorium bambu ini agar bisa mendongkrak perekonomian masyarakat setempat setelah Covid 19 menyerang.

Lantas seperti apa sih laboratorium bambu tersebut? Laboratorium bambu ini memiliki ukuran 4x5 meter, yang menempati lokasi berada di tengah kawasan hutan bambu Desa Alu, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar.

Di laboratorium bambu ini para peranjin yang terdiri dari pemuda setempat, meluangkan waktunya untuk membuat berbagai aneka produk kerajinan yang bahan dasarnya berasal dari bambu.

Setidaknya ada beberapa produk kerajinan berbahan bambu, tercipta di laboratorium ini. Mulai dari gelas, bingkai, toples, sisir, hingga cermin dengan bentuk unik dan kekinian. Harganya juga bervariasi, mulai 40 ribu sampai 120 ribu rupiah per unit. Tergantung jenis dan ukuran.

Meski terlihat sederhana tetapi proses pembuatan produk yang berasal dari bambu ini memerlukan ketelitian dan kesabaran dalam pengerjaannnya. Bahkan untuk sebuah produk kerajinan diwajibkan menggunakan bambu pilihan baik dengan kualitas pilihan.

Diketahui, laboratorium bambu ini, merupakan bagian dari Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Universitas Sulawesi Barat (UNSULBAR).

Skinnya itu pengembangan desa mitra, multi tahun, dari tahun 2019-2021. Fokus pada kampung Alu, sebagai ekowisata plus kerajinan bambu. Di dalamnya include, ekowisata dan kerajinan bamboo

Kendati program ini telah ada sejak tahun 2019, namun proses produksi kerajinan di laboratorium bambu, baru aktif dilakukan pada tahun 2020.

Dengan adanya laboratororium bambu tersebut maka pengrajin bisa tetap memiliki aktifitas yang produktif. Bahkan mahasiswa dan pemuda tidak ada yang keluar kampung. Mereka pun melakukan perkuliahan secara online dan ikut menyelesaikan beberapa produk bersama pengrajin.

Kini pada tahun 2021 PPDM telah fokus pada pemasarn aneka produk yang dihasilkan para pengrajin. Proses pemasaran ini juga dilakukan secara online diberbagai e-commerce.

Hadijah menyebut, keberadaan laboratorium bambu yang menghasilkan aneka produk kerajinan ini, terbukti memberi nilai tambah pada perekonomian warga setempat.

Hasilnya ada perubahan, mulai dari perajinnya, lalu kemudian yang memiliki bambu, sampai yang kemudian sibuk urusi kuliner. Bukan hanya pemilik bambu, semua elemen masyarakat berkontribusi, otomatis pendapatan mereka mengalami perubahan.

Selain mendirikan laboratorium bambu, Hadijah bersama warga setempat juga berupaya menyulap kawasan hutan bambu di daerah ini, menjadi kawasan ekowisata kekinian.

Kawasan hutan seluas lebih kurang 22 hektar ini, menyuguhkan panorama alam hutan bambu yang asri dan memesona, sangat cocok menjadi tempat bersantai sembari menikmati kesejukan udara khas pedesaan.

Untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, kawasan wisata hutan bambu ini dilengkapi sejumlah sarana dan prasarana, seperti gazebo, mushola, kursi gantung, toilet dan tempat bersantai lainnya, dengan konsep bangunan kekinian. Dijamin, bisa membuat betah setiap pengunjung, untuk berlama-lama menghabiskan waktu di tempat ini.

User reviews

Belum ada review untuk listing ini.
Untuk mereview silahkan dulu