pariwisata Batam

Batam, Bintan, Bali Siap Sambut Turis Asing Pertengahan Oktober

Pembukaan akses pariwisata mulai dilakukan oleh pemerintah seiring dengan menurunnya angka penularan Covid 19. Salah satu percobaan dilakukan untuk daerah Batam, Bintan, dan Bali yang akan mulai dibuka pada 14 Oktober mendatang.

Meski demikian, pembukaan pariwisata di 3 daerah tersebut juga harus mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Jika sebelumnya pemerintah mewajibkan turis asing yang datang harus dikaratina selama 8 hari, maka kebijakan tersebut kini dipangkas menjadi 5 hari.

Menurut Menparekraf, Sandiaga Uno yang memberikan sambutannya dalam acara peringatan Hari Batik yang diselenggarakan di Yogyakarta, pembukaan pariwisata tersebut akan dilakukan secara bertahap, untuk menghindari penyebaran Covid 19 dari luar negeri.

Sementara itu, dalam acara Batik Nusantara dihadirkan batik dari Bali, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Papua, dan daerah lainnya. Bahkan ada juga UMKM yang bekerja sama dengan dukungan dari hotel-hotel Accor di Yogya.

Sedangkan uji coba pembukaan industri pariwisata untuk turis asing ini akan diberlakukan secara bertahap dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin pada 3 daerah seperti Batam, Bintan, dan Bali.

Tak hanya itu, pemerintah juga akan selalu mereview dan mengevaluasi jumlah bandara yang akan dibuka untuk turis asing, termasuk bandara Yogya dan Yogyakarta Internasional Airport.  Meski demikian, pemerintah tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan masyarakat, sehingga tidak ada target untuk turis asing yang datang.

Bahkan, Sandiaga berharap jika wisata ke depannya akan dibuka pelan-pelan sehingga industri perhotelan bisa bangkit kembali. Seperti diketahui, dari 120 hotel Accor harus menurunkan aktivits, merumahkan karyawan.

Sehingga dengan dibukanya pintu masuk turis asing maka akan memulihkan keuangan industri perhotelan. Dimana upaya testing, tracing, vaksin akan terus dilakukan secara massif sehingga mampu membendung penularan virus Covid 19.

Sementara itu, untuk wilayah Yogyakarta belum dapat dilakukan dalam uji coba pembukaan kunjungan wisatawan mancanegara meski Yogyakarta telah memenihi syarat agar pariwisata Yogya bisa bangkit kembali.

Salah satu pertimbangan pemerintah kenapa Yogyakarta belum dibuka, karena disebabkan bentuk wilayah Yogyakarta bukan sebuah pulau seperti Bali, Batam, dan Bintan yang langsung bisa menerapkan pembatasan jika terjadi penyebaran  covid 19 dari luar negeri.

Kekhawatiran Pemerintah Pusat adalah kesulitan melokalisir wilayah ketika muncul kembali lonjakan penyebaran covid-19 di DIY imbas dibukanya gerbang wisata internasional.

Lagipula, lanjut Sandi, butuh waktu persiapan sampai 7 bulan lebih bagi Pulau Dewata untuk bisa kembali membuka kunjungan wisman pada 14 Oktober 2021 mendatang. Demikian pula seharusnya untuk daerah-daerah lainnya yang wajib melalui proses matang.

Namun, Sandi memastikan bahwa DIY telah dievaluasi untuk pembukaan kembali wisman ini. Provinsi ini menurutnya memiliki peluang untuk melakukan semacam pra uji coba ketika jadi lokasi untuk sebuah gelaran event internasional.

Penulis : Administrator Pejalan
Deskripsikan tentang anda

Tanggapan anda

Comments

No comments yet