Bukit Suharto di Ponorogo, Destinasi Wisata Yang Sempat Terhimpit PPKM

Kawasan ini adalah salah satu destinasi wisata yang sempat terdampak dengan pemberlakuan PPKM Jawa – Bali, bukit Suharto di Ponorogo. Sejak didirikan yakni tahun 2020 lalu, ternyata proyeksi kawasan wisata tersebut drastis mengalami shock terapi dari merebaknya virus covid-19. Setelah dua tahun berlalu, wilayah andalan Desa Biting, Kecamatan Badegan, Ponorogo kembali menggeliat.

Di area wilayah yang cukup luas ini, kondisi alam yang dimiliki cukup mepesona, tak terlalu bayak sentuhan tangan untuk merubah lokasi ini menjadi destinasi wisata. Untuk membuat nyaman para pengujung maka manajemen pengelola membuat bangunan alami berupa gazebo yang ada di beberapa titik.

Tak hanya itu, taman bermain anak juga disediakan untuk memberikan kenyamanan keluarga jika dalam waktu yang bersamaan berkunjung ke Bukit Suharto di Ponorogo, Jawa Timur.

Ketika awal kawasan ini dibuka, persiapan yang dilakukan cukup memadai untuk fasilitas seperti area untuk istirahat baik berupa area parkir yang cukup lapang, kemudian juga area kuliner yang juga telah disediakan yang menjajakan makanan khas di daerah tersebut, kemudian yang tak kalah menarik untuk menjadi unggulan adalah destinasi taman bunga yang berpadu dengan pemandanga bukit dan pegunungan.

Dampak PPKM Untuk Bukit Suharto di Ponorogo

Tak jauh berbeda dengan beberapa destinasi wisata di Jawa dan Bali yang merasakan dampak pandemi Covid-19 dengan pmberlakukan PPKM Jawa Bali. Apalagi durasi yang ditentukan kerap diperpanjang, alhasil memberikan dampak yang cukup signifikan untuk wilayah ini.

Bukan tidak menggunakan strategi ketika didirikan, siapa sangka jika pandemi covid-19 muncul di kuartal pertama tahun 2020, dan destinasi wisata ini baru saja hadir untuk masyarakat sekitar.

Alhasil, Bukit Suharto di Ponorogo kembali sepi hingga kuartal akhir 2021. Ketua Pengelola Bukit Soeharto, Wahyu Bintoro mengungkapkan bahwa sejak dibuka tempat wisata ini sepi pengunjung, tetapi bukan berarti tidak ada. Kawasan ini dibuka sejak jam delapan pagi hingga malam, tetapi itu tidak menjamin ramai pengunjung.

Monumen-Bukit-Suharto-di-Ponorogo

Monumen-Bukit-Suharto-di-Ponorogo-foto-by-jatimnet

“Sejak PPKM diberlakukan maka kita tutup, untuk wisatawan sekitar mungkin sudah mengetahuinya, tetapi untuk wisatawan yang dari jarak jauh maka kita berikan toleransi untuk bsa masuk dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan,” pungkas Wahyu.

Meski sepi pengunjung, pegelola tetap melakukan perawatan, hanya saja tidak setiap hari dilakukan, selain kawasan yang cukup besar, tenaga kerja sebagai pengelola juga minim sehingga perawatan dilakukan bertahap dan tidak terlalu sering agar lokasi wisata tetap bisa dikunjungi sewaktu-waktu PPKM tidak diberlakukan.

Potensi Wisata Bukit Suharto di Ponorogo

Wilayah ini cukup memiliki potensi yang baik guna memberikan perubahan baik perekonomian dan sektor ril seperti UMKM dan industri kreatif rumahan. Dengan keberadaan kawasan wisata ini tentu mampu menopang perekonomian warga sekitar sehingga beberapa wilayah yang menjadi area untuk masuk ke destinasi wisata menjadi lebih hidup.

Dari pusat kota Pnorogo, kurang lebih lokasi bisa dicapai dalam waktu kurang lebih setengah jam, maklum, jaraknya sekitar 18 kilometer. Kawasan yang pernah di kunjungi mendiang presiden Suharto ini masih menyimpan kisah yang cukup meekat di masyarakat tersebut, sehingga masyarakat sekitar sepakat untuk memberikan nama kawasan tersebut menjadi bukit Suharto dan sengaja diberikan sebuah monumen patung mantan presiden kedua republik Indonesia, Suharto.

Kurang lebih 43 tahun setelah mantan presiden kedua tersebut singgah, monumen dengan bubuhan tandatangan juga terpasang rapih di tengah kawasa wisata bukit Suharto di Ponorogo.

Bukit-Suharto-di-Ponorogo

Bukit-Suharto-di-Ponorogo-foto-by-detikcom

Artinya kawasan ini memag sudah lama ada, hanya saja tidak dilakukan perawatan dengan cara manjerial yang terstruktur, hingga akhirnya pada tahun 2020 manajemen secara resmi membuka kawasan ini menjadi destinasi wisata dengan beberapa titik fasilitas yang cukup untuk sekedar istrahat ketika menempu perjalanan jauh atau destinasi wisata lokal.

Tak dibanderol mahal, cukup 7500 ripuah saja untuk satu orang maka Anda bisa menikmati pemandangan alam dan beberapa fasilitas untuk beristrahat. Dengan panorama yang indah, luas dan strategis karena dilewati jika menempuh perjalanan menuju Surabaya atau sebaliknya, maka, jika dikelola lebih baik akan menjadi potensi wisata yang sangat baik dan mendorong perekonomian masyarakat sekitar bukit Suharto di Ponorogo.

Penulis : Administrator Pejalan
Deskripsikan tentang anda

Tanggapan anda

Comments

No comments yet