Hasil Survei : Wisata Petualangan dan Prokes Ketat Diminati

Hasil Survei : Wisata Petualangan dan Prokes Ketat Diminati

Pandemi Covid 19 telah mengubah pola pikir masyarakat sekarang ini. Begitu juga berbicara dengan berwisata. Sekarang ini mereka lebih suka wisata petualangan dengan prokes ketat yang harus diterapkan oleh pengelola.

Suvei Adventure Outlook 2022memperlihatkan wisata petualangan saat ini banyak digemari oleh para traveler, memanfaatkan aplikasi perjalan, hingga memperhatikan protokol kesehatan.

Survei yang dilakukan oleh Indonesia Intertional Outddor Festival bersama Kopisetara pada Oktober 2021 dengan jumlah responden 2.009 orang dan menyebar di 27 propinsi dengan margin eror sekitar 4,5 persen.

Dengan mengambil sampel menggunakan non probabilitas sampling dan dilakukan secara online, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan seperti.

  1. Hampir semua responden, sebanyak 99 persen ingin melakukan perjalanan wisata petualangan dan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi destinasi wisata yang paling ingin dikunjungi dibandingkan dengan empat destinasi super prioritas lainnya. Keinginan responden untuk datang ke Labuan Bajo sebesar 62 persen responden.
  2. Penerapan CHSE, bukti vaksin, dan penerapan protokol kesehatan dianggap perlu oleh 95% responden.
  3. 96% responden membagikan momen perjalanan dan petualangan, terbanyak di Instagram, disusul Facebook.
  4. 62% responden ingin melakukan perjalanan wisata beberapa kali dalam setahun, sementara untuk kelompok wiraswasta 40% pergi berwisata setiap minggu.
  5. Durasi waktu wisata 72% dilakukan 2 hari 1 malam hingga 3 hari 2 malam. Dan 51% memilih akomodasi glamping (camping /campervan). Kemudian, diikuti homestay/guesthouse sebesar 29%, hotel berbintang 13%, dan properti pribadi yang disewakan sebesar 7% .
  6. Di era digital sekarang ini, sebanyak 72% responden memilih mengatur sendiri perjalanan dengan mengandalkan informasi dari situs, media sosial dan juga aplikasi perjalanan seperti Traveloka, Tripadvisor, Airbnb, dll.

Dari hasil tersebut maka dapat digambarkan pelaku industri wisata alam dan petualangan diharapkan lebih memperhatikan dan mengikuti kebijakan pemerintah terkait dengan protokol kesehatan, kenyaman, dan keamanan selama berwisata.

Tak hanya itu, data tersebut juga memperlihatkan gaya atau kebiasaan responden ketika bertraveling. Sebagian besar mengaku melakukan perjalanan wisata beberapa kali daam satu tahun dengan presentase mencapai 58%.

Kemudian ada yang menyatakan 37% mereka berwisata satu bulan sekali dan 7% mengaku berwisata setiap akhir pekan.

Dari angka tersebut, tentu industri pariwisata Indonesia yang terpuruk akibat Covid 19 diharapkan mampu bangkit kembali. Sehingga akan meningkatkan perputaran roda ekonomi masyarakat disekitar destinasi wisata.

Penulis : Administrator Pejalan
Deskripsikan tentang anda

Tanggapan anda

Comments

No comments yet