Jangan Asal Foto Babi Di Lembah Baliem Jika Tak Ingin Didenda

Bagi sobat traveler dan mnenyukai fotografi maka sebaiknya harus memahami aturan tidak tertulis di daerah tersebut. Jika ingin memotret maka sebaiknya harus ijin terlebih dahulu jika tidak ingin didenda, seperti yang terjadi di Lembah Baliem, Papua.

Disana jika seseorang memotret babi tanpa ijin maka akan didenda oleh masyarakat setempat.  Bagi suku Dani yang masih berkoteka, babi merupakan hewan yang tidak boleh diperlakukan sembarangan.

Tak hanya itu, ketika traveler tengah mengunjungi daerah tersebut juga harus berhati-hati ketika berkendara. Pasalnya traveler akan mengalami masalah besar jika sampai menabrak binatang peliharaan yang dibiarkan bebas berkeliaran di jalan.

Ya, babi bagi Suku Dani adalah hewan bernilai tinggi. Artinya, segala persoalan adat dapat diselesaikan dengan babi sebagai alat pembayaran denda atau alat perdamaian.

Suku Dani dalam memelihara babi, akan dibiarkan bebas berkeliaran, binatang peliharaan ini akan dilepas dari pagi untuk mncari makan sendiri dan akan pulang pada sore hari akan pulang ke kandang.

Babi yang bebas berkeliaran di jalan atau pemukiman adalah pemandangan unik dan menjadi spot foto yang bagus. Saat traveler sedang trekking di Lembah Baliem, memotret babi milik Suku Dani yang sedang berkeliaran, diperbolehkan tanpa harus bayar.

Tapi, jika traveler berjalan-jalan ke pasar tradisional, jika ingin memotret babi yang diperjualbelikan, traveler harus minta ijin pada pemiliknya, apalagi yang akan dipotret adalah anak babi yang sedang digendong.

Jika pemilik tidak berkenan babinya difoto, traveler jangan nekat memfoto, bisa-bisa traveler akan disuruh membayar babi yang difoto tersebut. So, traveler harus membeli babi tersebut. Apalagi, harga seekor babi di Lembah Baliem sangat mahal, satu ekor babi dewasa bisa berharga Rp 30 juta.

Penulis : Administrator Pejalan
Deskripsikan tentang anda

Tanggapan anda

Comments

No comments yet