Masjid Terapung Bandung Ikon Baru Wisata Religi Parahiyangan

Al Jabbar. Itulah nama sebuah masjid terapung Bandung yang terletak di daerah Gede bage, dekat dengan stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA), kota Bandung. Pemerintah Bandung konsisten untuk mempromosikan bahwa masjid Al Jabbar terus digadangkan sebagai wisata religi baru yang ada di kota bandung, meskipun belum bisa terlaksana karena masih dalam tahap pembangunan.

Bandung memang menjadi destinasi wisata, bukan hanya itu, tak sedikit yang mengatakan jika kuliner di bumi Parahiyangan ini juga memiliki rasa yang banyak menoreh pujian. Mulai dari jajanan pinggir jalan seperti kue odading yang dijual dengan harga tak lebih dari dua ribu rupiah, kemudian ada kios yang menjajakan pisang keju di dekat stasiun kereta. Hingga cafe yang menawarkan menu dengan harga ratusan ribu rupiah, semua titik selalu ramai dikunjungi.

Termasuk destinasi wisata, semua turis domestik dijamin ingin bertandang. Tapi itu situasi yang terjadi sebelum pandemi. Karena sejak pandemi covid-19 Bandung tak seramai di tahun 2020 awal, hingga tak sedikit kios dan penjaja kuliner serta oleh-oleh khan Bandung gulung tikar. Termasuk destinasi wisata yang jarang penginjung, tak terkecuali masjid Al Jabbar yang memiliki julukan masjid terapung Bandung.

Pembangunan yang pada tahun 2020 itu masih dalam proses, kini, tak lagi terlihat para pekerja, beberapa sudut bahkan terlihat kotor dan seperti tak terurus. Ini Mungkin dampak dari pandemi yang tak lagi mempekerjakan untuk penyelesaian proyek pembangunan. Termasuk promosi yang sebelumnya digadangkan pun tak lagi terdengar.

Rencana Pembangunan Masjid Terapung Bandung

Masjid Al Jabbar yang dibangun pertama kali pada akhir tahun 2017 ini rencananya dilengkapi beberapa ruang fasilitas unggulan. Beberapa diantaranya adalah, ruangan utama untuk jamaah dengan kapasitas enam puluh ribu orang, lalu akan dibangun musium Asmaul Husna, Musium Nabi Muhammad SAW, musium sejarah islam Indonesia, hingga musium sejarah islam di jawa barat.

Tiga tahun sudah setelah peletakan batu pertama pembangunan masjid Al Jabbar ini, pembangunan belum juga rampung. Tetapi ketika sudah selesai, maka tempat ibadah yang dilengkapi dengan fasilitas untuk menimba ilmu akan memberikan khasanah budaya dan agama Islam di Indonesia.

Belum lagi lokasi dari masjid terapung Bandung ini bisa diakses dengan mudah mengingat dekat dengan stasiun Cimekar, kemudian siteplan sebagai destinasi wisata, lokasi pembangunan ternyata dekat dengan jalur LRT kota Bandung serta kereta cepat yang sedang dibangun. Artinya, lokasi masjid ini memang telah diperhitungkan pembangunannya, hanya saja memang dusrasi pembangunan terasa lamban, belum lagi dampak pandemi yang mengharuskan tatanan dan cara baru untuk melakukan aktivitas.

Menanti Rampungnya Masjid Terapung Bandung

Masyarakat kota Bandung banyak yang menanti peresmian masjid yang dibangun diatas embung atau kolam resapan yang mirip sebuah danau di kelurahan Cimenerang, Kecamatan Gede bage, Kota Bandung. Hingga saat ini, tak sedikit yang berkunjung ke area pembangunan masjid meskipun tak lagi ada aktivitas pekerja.

Menanti Pembangunan Masjid Terapung Bandung foto by Widi Utami

Salah seorang pengunjung bahkan memberikan pernyataannya bahwa Ia mengaku sering berkunjung ke lokasi pembangunan masjid Al Jabbar di Gede Bage ini. Dia mengutarakan jika pembangunan sudah selesai maka akan lebih seru karena banyak yang bisa kita nikmati baik dari luar ataupun di dalam.

Belum diresmikan saja sudah banyak yang berkunjung untuk sekedar melepas penat atau memancing ikan yang ada di area danau, dan itu terjadi setiap hari, dan bukan hanya dari masyarakat sekitar saja yang berkunjung, ada juga masyarakat atau beberapa orang yang sengaja datang dari luar kota untuk melihat masjid terapung Bandung Gede Bage ini.

Semoga saja pembangunan masjid kembali dilanjutkan segera, termasuk fasilitas musium yang rencananya akan dibangun di dalam area masjid agar bertambah lagi destinasi wisata religi di Parahiyangan.

 

Penulis : duay isprawirojati
Deskripsikan tentang anda

Tanggapan anda

Comments

No comments yet