Mulai Oktober, Pesawat dan KA Tak Pakai Lagi Aplikasi  PeduliLindungi

Mulai Oktober, Pesawat dan KA Tak Pakai Lagi Aplikasi  PeduliLindungi

Pandemi yang terjadi telah memukul banyak perusahaan transportasi. Hal tersebut ditambah dengan prasyarat berpergian yang menggunakan moda transportasi pesawat dan Kereta Api harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Namun bagi kamu telah merencanakan trip pada bulan Oktober mendatang, maka ada kebijakan baru dimana aplikasi PeduliLindungi sudah tidak lagi menjadi syarat bagi kamu yang ingin menggunakan transportasi pesawat dan kereta api.

Meski baru wacana, tentunya ini menjadi berita baik bagi masyarakat dan pelaku usaha dibidang transportasi dan dunia wisata secara luas. Aplikasi PeduliLindungi dikabarkan sudah tidak menjadi aturan setelah dilaunching pada Oktober mendatang.

Sementara itu, Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan(Kemenkes), Setiaji menjelaskan, aplikasi PeduliLindungi kedepannya aan terintegrasi dengan sejumlah apikasi lain yang banyak digunakan oleh masyarakat.

Langkah yang diambil pemerintah tentu memiliki tujuan, salah satunya agar memudahkan pengguna atau masyarakat yang mengalami kendala dan kesulitan dalam mengunduh aplikasi PeduliLindungi.

Tak hanya itu, ia juga telah berkoordinasi dengan platform-platform digital seperti Go-Jek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Tiket, Dana, Cinema XXI, Link Aja, hingga aplikasi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yaitu Jaki. Jika sudah mempunyai aplikasi tersebut, maka masyarakat tidak perlu menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Hal ini tentu ditujukan kepada masyarakat yang tidak mempunyai smartphone tetapi akan melakukan perjalanan udara maupun dengan menggunakan kereta api, tetap akan terdeteksi status hasil tes swab PCR maupun antigen dan sertifikat vaksinnya.

Semua status penguna aplikasi tersebut akan diketahui melalui nomor NIK ketika membeli tiket pesawat maupun kereta api. Integrasi yang masuk dalam sistem pembelian tiket tersebut, menjadikan masyarakat tidak harus menggunakan smartphone untuk memperlihatkan sertifikat vaksin dan hasil tes PCR atau antigen.

Bahkan Setiaji juga menambahkan, masyarakat kedepannya bisa memeriksa secara mandiri aplikasi PeduliLindungi ketika mengunjungi lokasi-lokasi yang belum terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi. Caranya dengan memasukan NIK guna mengindentifikasi apakah orang tersebut memiliki status yang bisa atau tidak masuk ketempat tersebut.

Sebelumnya pemerintah telah menerapkan aturan pada 28 Agustus 2021, dimana masyarakat yang menggunakan moda transportasi harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai bukti dirinya telah melakukan vaksinasi Covid 19.

Aturan tersebut juga disampaikan langsung oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi yang menerapkan aplikasi PeduliLindungi menjadi syarat bagi masyarakat yang ingin berpergian dengan moda transportasi darat, laut, dan udara.

Aplikasi PeduliLindungi dianggap sangat penting karena mempunyai manfaat dengan membantu petugas memastikan proses validasi dokumen kesehatan terintegrasi secara digital, sehingga lebih aman, cepat, mudah.

Hal tersebut juga meminimalisir kontak fisik antara petugas dan masyarakat, karena tidak harus membawa dokumen berupa kertas dari sertifikat vaksin Covid 19. Aplikasi PeduliLindungi juga terhubung dengan layanan telemedicine dan akan diintegrasikan pula dengan sistem karantina.

Penulis : Administrator Pejalan
Deskripsikan tentang anda

Tanggapan anda

Comments

No comments yet