Puncak-Kompe-Riau

Pemandangan Laut di Puncak Kompe Jadi Pesaing Raja Ampat

Puncak Kompe adalah lokasi wisata baru di Riau yang pemandangannya mirip dengan destinasi wisata di Papua, Raja Ampat. Dari ketinggian bukit yang masih dalam area PLTA Koto Pajang, kabupaten Kampar, Riau ini Anda bisa menikmati keindahan yang cukup mempesona.

Menuju lokasi memang agak bersusah-payah karena masyarakat sekitar bersama dengan suku dinas terkait tidak mempublikasikan sebagai destinasi wisata, meskipun, tak sedikit masyarakat sekitar atau dari daerah terdekat yang masih dalam kabupaten juga bertandang untuk menikmati pemandangan alam yang ‘konon’ mirip dengan destinasi wisata di Papua.

Orang nomor satu di Riau, dengan bangga mempromosikan puncak Kompe. Di Puncak Kompe, kata Syamsuar, wisatawan bisa menikmati pemandangan alam berupa danau yang dikelilingi bukit dan pulau kecil dari atas ketinggian. “Kalau Puncak Pompe bisa disebut Raja Lima karena merupakan salah satu objek wisata yang indah di Kabupaten Kampar, di samping beberapa wisata lainnya,” kata Gubernur Riau, Syamsuar.

Meski belum terlalu di publikasikan, di lokasi tersebut sudah dibuat beberapa spot yang bisa digunakan untuk berfoto dan juga menikmati alam sekitar. Ada gardu pandang yang sengaja dibuat untuk berlama-lama dan membuat nyaman pengunjung untuk menikmati pemandangan, lalu ada ayunan, payung warna-warni yang menarik, hingga balon udara yang juga tak kalah seru ketika menaikinya.

Untuk para traveler kabupaten Kampar, Riau dan sekitarnya, sepertinya tak perlu ke Simarjarunjung yang ada di Medan, sekedar untuk berwisata, karena di Riau sudah hadir ke permukaan destinasi wisata berkelas yang bisa dinikmati dan keindahannya tak kalah dengan pariwisata di Papua.

Puncak Kompe Masih Nama Orisinil

Puncak Kompe tentu bukanlah ‘nama promosi’, karena banyak sebutan maka Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, membuat sayembara untuk penamaan objek wisata di sekitar kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Hal ini dilakukan seiring belum adanya nama baku untuk objek pemandangan danau buatan berpulau-pulau tersebut. Harapanya dengan adanya sebutan baku untuk daerah wisata tersebut akan menjadi lebih terkenal dan daerah terebut juga akan berkembang dari sisi perekonomian, termasuk munculnya pengusaha usaha kecil dan menengah (UMKM) agar kawasan tersebut dari sisi perekonomian bisa lebih baik lewat kemunculan nama baru untuk puncak Kompe.

“Kalau melihat ini spot-nya ini luar biasa, mirip sekali dengan apa yang ada di Papua yakni Raja Ampat. Tapi ini perlu nama, tolong netizen seluruh dunia di mana pun kalian berada berikan upaya terbaik pemberian nama di spot ini,” kata Sandiaga setelah berkunjung langsung di puncak Kompe.

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno di Puncak Kompe, Riau

Nantinya, kata dia, Generasi Pesona Indonesia akan memfasilitasi, lalu dipilih lima terbaik. Lima itu, kata dia, akan diundang langsung ke sini. Jadi ini, lanjutnya, adalah sayembara terbuka untuk seluruh warganet, tidak hanya di Indonesia, tapi juga dunia.

Sebelumnya, Ketua Forum Peduli Pariwisata PLTA Koto Panjang dalam paparannya menyampaikan kelompok sadar wisata membuat beberapa destinasi di antaranya Puncak Kompe yang akan dijadikan ikon Koto Mesjid dengan pemandangan jajaran pulau yang indah. “Dulu sepakat sebut itu Raja Lima, lalu ada lagi Raja 13 karena terletak di Kecamatan XIII Koto Kampar. Kemudian ada Danau Seribu Pulau, jadi kami minta Mas Menteri memberikan apa namanya sehingga jadi satu nama untuk promosi,” ujarnya.

Penulis : duay isprawirojati
Deskripsikan tentang anda

Tanggapan anda

Comments

No comments yet