Pesona Istana Ular di Manggarai Barat Flores

Jika bicara istana ular tentu sesuatu yang menakutkan yang terbayang dikepala kita. Tapi di Manggarai Barat, terdapat Istana Ular yang mempesona bagi sobat pejalan yang sedang trip di Labuan Bajo.

Jika bicara istana ular tentu sesuatu yang menakutkan yang terbayang dikepala kita. Tapi di Manggarai Barat, Flores menyuguhkan Istana Ular yang unik dan mempesona para sobat pejalan. Istana ini berada di desa wisata Weto, Kabupaten Manggarai Barat.

Jadi salah besar jika di Nusa Tenggara Timur hanya ada komodo. Pasalnya di Istana Ular ini merupakan lokasi habitat ular dengan berbagai macam jenis ular dan memiliki panjang hingga 3 meter. Tak hanya itu,berbagai corak ular dan ribuan kelelawar puyn bersarang di goa ini.

Jika mendengar cerita masyarakat, ular yang bersarang di goa ini merupakan hasil pernikahan antara manusia dengan ular perempuan yang menyamar menjadi manusia. Pria bernama Latim dan perempuan bernama Ndasam menikah dan tinggal di dalam goa. Namun bagi Latim goa tersebut terlihat indah dan menawan bak istana yang megah.

Nah, jika sobat pejalan sedang berwisata ke Labuan Bajo, setelah mengunjungi Komodo dan goa cermin, maka bisa juga mampir ke istana ular ini yang berjarak 75 km dan dapat ditempuh selama 2 jam dengan menggunakan sepeda motor, dan 2,5 jam menggunakan roda empat.

Sementara itu, dari desa Weto maka hanya berjarak 500 meter menuju mulut goa. Akses masuk menuju goa Istana Ular sudah bagus dan disediakan parkiran kendaraan roda dua, roda empat. Pada desa wisata Istana Ular ini sudah dilengkapi spot foto, toilet, rest area.

Sebelum pengunjung mengeksplorasi di dalam gua ini. Ada tahapan yang wajib dilakukan yakni prosesi adat Manggarai, dalam tradisi setempat menyebut Teing Tuak. Ini bermaksud tanda permisi bahwa kita ingin berkunjung kemudian ular-ular yang mendiami goa ini tidak merasa terganggu dengan kehadiran kita.

Benda yang digunakan pada saat prosesi adat Teing Tuak adalah telur ayam kampung. Sesudah itu pengunjung akan dipandu oleh guide lokal yang bernaung di bawah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Istana Ular.

Pantangan saat mengunjungi Istana Ular
Ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat berada atau mengunjungi Istana Ular. Mulai dari dilarang mabuk-mabukan, bakar-bakar, dilarang membuang sampah sembarangan, dilarang membunyikan racing motor, dilarang membunuh hewan apapun, masuk goa dengan tertib, tidak membawa bawang.

Perempuan haid dilarang masuk dan yang hamil sebelum genap tiga bulan dilarang masuk. Sebagai informasi hasil penelusuran selama ini, bahwa pada hari Selasa dan hari Sabtu ular tidak bisa ditemukan di dalam goa Istana Ular. Walaupun sudah dilakukan ritual adat.

Bagi sobat pejalan yang ingin masuk ke Goa ini hanya dipatok uang tiket per kepala Rp 5.000. Selain keunikan Istana Ular yang berbau mistis, pemandangan alam dan keramahan warga setempat menjadi nilai lebih saat berada di Desa Wisata ini.

Penulis : Administrator Pejalan
Deskripsikan tentang anda

Tanggapan anda

Comments

No comments yet