Area-Utama-Pos-Bloc-Jakarta

Sepert ini Tempat ‘hangout’ Baru Di Pos Bloc Jakarta, Ada Edukasi Budayanya

Pos Bloc Jakarta adalah sebuah destinasi hangout yang memberi suguhan unik dan kekinian. Letaknya tak jauh dari pusat niaga Pasar Baru, shutle bus Transjakarta dan persis di tepi jalan utama yang menghubungkan antara Lapangan Banteng dan jalan Gunung Sahari.

Jika Anda pernah mendengaratau bahkan mengunjungi M Bloc yang terletak di kawasan Blok M, maka knsep yang disuguhkan tak jauh berbeda dengan itu, tersedia beragam kuliner serta jadwal kegiatan yang dilakukan guna memberikan edukasi sekaligus membuka wacana baru tentag sebuah gedung yang disulap menjadi sebuah tempat ‘kongkow’.

Sebelum kemunculan Pos Bloc Jakarta, di tempat tersebut adalah sebuah bangunan lama, dan ikut sebagai saksi sejarah wilayah pecinan di Batavia, hingga akhirnya di masa pemerintahan Indonesia gedung tersebut dijadikan sebagai kantor Pos sebagai cabang pembantu kantor Pos pertama yang terletak di depan stasiun gambir atau jalan Medan Merdeka.

Kini, bangunan tersebut tidak diubah banyak, hanya di beberapa sudut saja yang dilkukan perubahan guna memberikan kesan kekinian, selebihnya hanya dilakukan renovasi dari sisi kebersihan dan tata lampu. Meki sudah dilakukan perubahan, gedung yang berdisi di area tujuh ribu meter persegi dan masih dimiliki oleh PT Pos Indonesia.

Kawasan-Pos-Bloc-Jakarta

Kawasan-Pos-Bloc-Jakarta-foto-by-Alehandrew-Michael

Konsep Destinasi Budaya Kekinian di Pos Bloc Jakarta

Tak ubahnya seperti pendahulunya, M Bloc. Konsep yang ditawarkan tentu juga tak jauh berbeda, memiliki misi dan visi sebagai destinasi budaya yang dikemas dengan nyaman dan elegan merupakan tujuan yang dibuat oleh Pos Bloc. Berkolaborasi dengan komunitas budaya yang paham dengan seluk beluk bangunan serta era kejayaan Batavia ketika itu juga tak luput dari konsep yang ditawarkan, sehingga setiap pengunjung baik wisatawan domestik dan juga mancanegara bisa mengetahui awal hingga saat ini di lokasi mereka berdiri dan menikmati secangkir kopi dan jajanan kuliner yang ada.

Program seni budaya dan hiburan dengan gelaran pertunjukan yang tentu saja memperhatikan standarisasi kenormalan baru Pos Bloc bekerjasama dengan industri kreatif. Pos Bloc Jakarta sudah beroperasi mulai tanggal 17 Agustus 2021 lalu dan sampai saat ini masih dibuka untuk umum.

“Diharapkan berbagai aktivitas ini nantinya akan memiliki dampak sosial serta ekonomi bagi lingkungan sekitar,” imbuh Program Director M Bloc Group, Wendi Putranto.

Menurut Wendi, di tahap pertama Pos Bloc akan membuka tidak seluruh area, tetapi hanya sekitar 2500 meter persegi saja yang dimanfaatkan untuk sepulun unit tenant untuk kategori F&B serta non F&B.

Beberapa area di sana pada tahap pertama ini akan diperkenalkan sebagai berikut West Veranda, East Veranda (beranda depan), Great Hall (aula utama), West Garden, East Garden (taman), East Loading Bay, West Loading Bay (area bongkar muat) hingga Cultural Hall (ruang kegiatan atau pameran).

Dibandingkan dengan M Bloc di kawasan Blok M Jakarta Selatan, yang menyuguhkan gaya kekinian yag lebih dominan, di Pos Bloc Jakarta lebih menonjolkan sedi sera kebudayaan yang ada, dengan mengambil tagline “arts, culture, entertainment in a heritage place.”

Maklum, kawasan pecinan ini ketika masa penjajahan belanda hingga pemerintahan Indonesia kental dengan kultur dan pergerakan yang dilakukan dengan cara bekesenian. Satu-satunya kesenian yang masih ada di kawasan tersebut hingga saat ini adalah barongsai yang lazim melakukan pertunjukan setiap tahun atau acara tertentu.

Bahkan, suatu waktu ketika Pejalan.id menyusuri kawasan pecinan di Jakarta, beberapa kali, sekelompok pemuda terlihat berkeliling menggunakan perkusi dan kostum singa. Ternyata mereka adalah komunitas seni yang sedang mempertunjukkan budaya mereka dan tak sedikit masyarakat yang ada atau yang sekedar hilir mudik memberikan uang untuk upaya mereka melestarikan budaya eskipun dengan cara yang berbeda.

Kuliner-Pos-Bloc-Jakarta

Kuliner-Pos-Bloc-Jakarta foto by kartika paramita

Pos Bloc Jakarta lokasinya dilewati Jalan Raya Pos legendaris (the grote postweg) yang dibangun pada 1809 oleh Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels, tepatnya beralamatkan di Jalan Pos Nomor 2, Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Pada 1912, gedung ini sempat dipugar ulang oleh arsitek Belanda, J.F. von Hoytema selama 17 tahun lamanya hingga 1929. Mundur lagi ke era sebelumnya, gedung Post Telefon en Telegraf bergaya arsitektural kolonial ini telah eksis sejak 1860-an dan menjadi salah satu kantor pos tertua di Indonesia.

Penulis : Administrator Pejalan
Deskripsikan tentang anda

Tanggapan anda

Comments

No comments yet