Aksesori Sisik Ikan

Masyarakat Ternate memanfaatkan sisik ikan untuk dijadikan aksesori yang menarik. Ada kalung, gelang, anting, atau tusuk konde yang berasal dari sisik ikan.

Sisik ikan yang digunakan biasanya berasal dari ikan kakap merah. Aksesori ini pun menarik perhatian konsumen dari luar negeri seperti Australia, Belanda, dan Hongkong.

Salah satu produsen aksesori sisik ikan, yaitu CV Theodora yang beralamat di BTN Perumnas Wayame Permai, Ambon menyediakan beragam aksesori ini. Silakan datang ke sana untuk membelinya.

Istana Berkat

Istana Berkat merupakan salah satu deretan tempat makan yang menyediakan makanan seafood di Ambon yang terkenal, salah satu menu andalannya adalah kepiting telur asin, ikan bakar dan lain lain.

Tempat makan ini terletak ditengah kota, rasa yang ditawarkan pun tidak mengecewakan bagi pelanggan yang sudah mampir ke tempat ini. Harganya memang tergolong menengah, namun hal itu terbayarkan dengan rasa yang didapatkan.

Ratu Gurih

Di Ambon memang banyak terdapat tempat makan yang menyediakan menu seafood, karena orang Ambon terkenal sebagai pemakan ikan. Tak heran, jika di kota ini banyak orang yang menghabiskan satu ekor ikan besar hanya seorang diri.

Ditempat ini terkenal dengan ikan garopa (kerapu) yang dibakar dan disiram rica-rica mentah. tersedia juga ikan bakar yang lebih khas Maluku yaitu ikan rajabu yang kulitnya bergaris-garis seperti piyama. Pelanggan juga bebas memilih jenis sambal yang disediakan seperti colo-colo (sambal dengan cita rasa asam karena menggunakan jeruk), terasi, dan juga petis.

Jika sobat pejalan tergiur, bisa berkunjung ke rumah makan ini karena buka setiap hari kecuali Minggu setiap jam 09.00 hingga pukul 21.00 malam dan menu yang ditawarkan mulai dari harga Rp25.000 per porsinya.

Murahkan? yuk lanjut kita icip-icip ikan kerapunya.

Dapor Kole-Kole

Dapor Kole-kole ini memiliki nama yang cukup unik. Tetapi jika menelusuri asal nama resto tersebut ternyata berasal dari nama kapal tradisional  khas Maluku yang masih digunakan oleh para nelayan di daerah Maluku.

Tujuan menggunakan nama tersebut adalah untuk mengabadikan perahu Khas Maluku dalam sebuah cafe dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung dan mencoba makanan Khas Maluku yang tersedia di resto ini.

Resto ini terletak di jalan kecil satu jalur diantara kantor kantor di tengah jantung kota Ambon, Resto ini menyediakan beraneka macam  menu, mulai dari menu berat hingga menu ringan, dan sudah pasti makanan Khas Maluku tersedia disini, kecuali papeda.

Toko Cahaya Liembers

Toko Cahaya Liembers  yang terletak di jalan Kakialy merupakan salah satu toko yang menjual oleh-oleh khas Maluku. Selain lengkap menyajikan khas oleh-oleh, toko ini juga menyajikan kerupuk keladi merk Theresia yang terkenal.

Kerupuk ini memang cukup terkenal karena memiliki cita rasa yang gurih dan enak. Untuk kerupuk ini dijual mulai harga Rp 45 ribu per bungkus. Selain itu, Toko Cahaya ini juga menjual kaos yang bertuliskan Ambon yang menjadi ciri khas Maluku.

Kaos yang dijual di Toko Cahaya ini tergolong lengkap, karena banyak menawarkan berbagai corak yang menarik dan ukuran yang lengkap. Untuk harga kaos pun di banderol harga standar sekitar Rp 100 ribu per kaos.

Toko Hidayah

Toko Hidayah terletak tidak jauh dari masjid Al Fatah yang berada di pusat kota. Toko ini terletak disudut antara jalan AM Sangaji dan AY Patty. Disana terdapat 3 toko yang berjajar yang merupakan milik satu keluarga.

Toko Hidayah ini merupkan toko pertama yang menjual banyak minyak kayu putih dan berbagai jenis makanan khas Maluku. Disampingnya toko Nikmat yang dimiliki putranya menjual kaos-kos cinderamata yang berisi tulisan bahasa Maluku.

Selain itu, ada juga beragam pernak pernik alat musik khas Maluku. Sehingga ketika sobat pejalan mencari oleh-oleh disekitar lokasi ini, maka sudah dapat memiliki berbagai cinderamata dan makanan ringan khas Maluku.

Toko Santho’s Jewellery

Santho’s Jewellery ini merupakan pusat oleh-oleh yang menyediakan berbagai macam cinderamata dari kerajinan masyarakat setempat, sebagai oleh-oleh khas yang bisa dibawa pulang para sobat pejalan ketika berkunjung ke Ambon.

Pusat oleh oleh khas Maluku, letaknya di Jl Anthony Rebook dekat dari lapangan MERDEKA dan Gong PERDAMAIAN DUNIA. Depan Prodia, disini tokonya lebih ekslusive karena ada perhiasan kayak mutiara dengan packaging lebih ekslusive tentunya hargaya pun sesuai.

Toko ini juga menjual berbagai macam makanan, mulai dari jajanan khas Maluku, minyak kayu putih, kue kue kenari beragam racikan, sampai gantungan kunci khas kota Ambon, dan kaos kaos khas Ambon juga.

Toko ini juga telah dikelola secara modern, sobat pejalan bisa menggesek pakai Debit / credit, jadi jika tidak membawa uang cash yang cukup, maka transaksi ini bisa sangat membantu para wisatawan yang berbelanja oleh-oleh.

Petak 10

Pusat oleh-oleh yang bernama Petak 10 ini terletak di jl Tamaela, Kel Waihaong, Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku. Toko ini terkenal dengan Kue kenarinya yang lezat dan kemasan yang menawan sehingga sangat cocok sebagai buah tangan di rumah.

Petak 10 ini mulai berdiri sejak tahun 1965, selain snack khas Ambon disini juga ada ragam minyak kayu putih merk Gosa, Merk Naga Mas dll, dan beberapa cetakan baju kaos. Untuk roti kenarinya dibandrol mulai harga Rp 35.000 per kotak.

Tebing Makariki

Danau Tebing Makariki atau Sungai Makariki merupakan tempat wisata terbaru dan paling populir di Seram Selatan Kecamatan Tehoru Maluku Tengah Provinsi Maluku dengan sungai yang dingin, airnya berwarna biru seperti lautan  dan tenang diselimuti hutan lebat nan hijau sehingga pesona yang ditampakan menarik untuk dilihat berkali-kali tanpa rasa bosan.

Letak Lokasi Wisata 
Untuk mecapai perjalanan menuju Danau Tebing Makariki anda dapat melalui perjalanan lewat darat dapat dilakukan dari Ambon ke Tulehu dengan waktu tempuh 45 menit. Selanjutnya dari Tulehu ke Amahai dapat dicapai dengan long boat cepat yang memerlukan waktu 1 jam 45 menit. Perjalanan dari Amahai ke Tehoru dilakukan lewat jalan darat selama kurang lebih 3 jam lamanya.

Tebing Makariki yang terletak di kaki Gunung Binaia ini dijuluki ‘Hidden Paradise’ karena terletak di lokasi yang cukup terpencil dan memiliki akses jalan yang terjal, sehingga masih sulit dicapai oleh orang banyak.

Walaupun perjalananmu ke sini mungkin akan sedikit bumpy, kamu dijamin tidak akan menyesal saat tiba di lokasinya deh! Panorama dan nuansa alam yang begitu mempesona, dibalut dengan udara yang menyegarkan dan air yang jernih, dijamin akan membuatmu tidak ingin pulang!

Benteng Amsterdam

Benteng Amsterdam Ambon merupakan sebuah bangunan tua peninggalan Portugis yang dibangun pada saat masa penjajahan Bangsa Portugis ke Indonesia. Namun kemudian bangunan ini diambil alih oleh Bangsa Belanda, yang saat itu menyusul datang ke Indonesia. Usia dari Benteng ini mencapai ratusan tahun yang sekaligus menjadi saksi kedatangan VOC di kota Ambon.

Wisata Benteng Amsterdam

Bentuk dari Benteng Amsterdam Ambon ini mirip sekali dengan rumah, dan Bangsa Belanda menyebut bangunan ini “Blok Huis”. Benteng Amsterdam memiliki 3 lantai dimana pada lantai 1 terbuat dari batu bata merah. Sedangkan lantai 2 dan lantai 3 terbuat dari kayu besi. Fungsi dari ketiga lantai tersebut berbeda beda. Lantai 1 digunakan sebagai tempat tidur para serdadu. Lantai 2 digunakan untuk tempat rapat rapat penting petinggi atau perwira Kolonial Belanda. Sedangkan lantai 3 digunakan untuk pos pemantau.

Sejak ditinggalkan oleh Belanda pada tahun 1900, bangunan ini semakin tak terawat dan tidak sedikit bagian gedung yang mengalami kerusakan, bahkan sempat ditumbuhi sebuah pohon beringin yang sangat besar. Karena bangunan ini adalah bangunan peninggalan sejarah, maka Pemerintah Bengkulu melakukan pemugaran terhadap Benteng Amsterdam ini. Proses pemugaran memakan waktu kurang lebih 3 tahun , yaitu sejak tahun 1991 dan selesai tahun 1994.

Meskipun sudah dilakukan pemugaran, namun karakter asli dari bangunan ini masih melekat. Proses pemugaran yang paling dominan adalah bagian atap, sedangkan untuk bagian lantai dan tembok masih asli tidak banyak perubahan.

Bangunan ini dilengkapi dengan sebuah menara yang cukup tinggi. Menara ini oleh Bangsa Belanda digunakan untuk mengintai musuh. Dari atas menara ini, kolonial belanda dapat dengan mudah mengawasi di sekeliling Benteng jika ada pihak yang ingin menyerangnya.

Lokasi Benteng Amsterdam Ambon

Benteng Amsterdam terletak di tepi pantai dan tidak jauh dari Pusat Kota Ambon, tepatnya berada di Kec. Hila, Kota Ambon, Provinsi Maluku. Jarak Benteng ini dari pusat kota Ambon kurang lebih 42 km dan memakan waktu 1 jam perjalanan.