Kampung Kapitan

Kampung Kapitan merupakan kawasan yang terdiri dari 15 bangunan rumah panggung milik etnis Tionghoa pada masa kolonial Belanda. Kapitan adalah panggilan bagi Tjoa Ham Hin yang merupaan pengawas pajak di zaman penjajahan Belanda.

Kampung ini memiliki luas 20 hektar, namun untuk saat ini hanya tinggal 1 hektar. Kampung wisata ini memiliki nilai sejarah secara turun temurun di masyarakat. Bahkan kampung ini juga menjadi awal mula etnis Tionghoadi di Palembang.

Dahulu, pada abad ke 15, daerah ini dinamakan Tanggo Rajo, karena banyak raja – raja dari berbagai etnis datang ke daerah ini untuk berdagang ataupun menetap hingga anak cucu mereka.

Tjoa Ham Hin dipercaya penguasa Belanda untuk mengawasi pajak, sekitar 400 tahun yang lalu. Pada masa kejayaan Tjoa Ham Hin inilah daerah ini berubah nama menjadi Kampung Kapitan, yang diambil dari nama panggilan beliau yang berjuluk Kapiten atau Kapitan.

Meski saat ini sudah banyak rumah – rumah dan bangunan yang sudah direnovasi, namun masih ada beberapa rumah yang memiliki ciri khas Tionghoa, meski sudah bercampur dengan bangunan khas Belanda dan atap limas khas Palembang.

Sejak dulu, masyarakat Tionghoa kampung ini sudah membaur dengan pribumi. Dengan membaurnya warga etnis Tionghoa dengan warga pribumi Palembang, banyak terjadi pertukaran budaya dan tidak dipungkiri terjadi perkawinan antara mereka. Hingga para keturunan Kapitan Tjoa Ham Hin pun menyatu menjadi satu dengan rakyat biasa seperti sekarang.

Kampung Arab Al Munawar

Kampung Arab Al Munawar ini memiliki pesona klasik yang bikin pengunjungnya kagum. Bukan hanya lokasinya yang bersih dan warna pemukimannya yang indah, terdapat banyak bangunan tua di sini. Ditambah warna warni yang membuat wisatawan betah untuk jeprat jepret.

Kampung Arab Al Munawar memiliki rumah-rumah tua yang usianya hingga mencapai 300 tahun dan masih kokoh. Hal tersebut dikarenakan rumah-rumah di kampung Al Munawar terbuat dari kayu dan batu yang didatangkan langsung dari Eropa.

Kampung wisata yang Instagramable ini juga dikenal sebagai kampung dengan cerita sejarah yang panjang. Asal mula kampung Arab Al Munawar tidak lepas dari masa pendudukan Belanda. Belanda melakukan pendekatan kepada etnis Arab pada tahun 1825. Dari pendekatan tersebut menghasilkan seorang pemimpin yang bernama Ahmad Al-Munawar kemudian diberi pangkat kapten dan wafat tahun 1970.

Kalau sobat pejalan bosan dan tidak tahu ingin ke mana saat ke Palembang, bisa menjadikan kampung wisata ini sebagai alternatif untuk menghabiskan waktu berlibur. Sambil menikmati keindahan kampung wisata ini, jangan lupa untuk mengabadikan foto di setiap sudut bangunannya, ya.

Desa Wisata Sungsang

Desa Wisata Sungsang merupakan desa wisata yang ada di Sumatera Selatan. Meski belum dikelola dengan maksimal namun bagi sobat pejalan yang berkunjung ke desa wisata ini akan melihat lumba-lumba dan burung bermigrasi.

Desa Sungsang terletak di banyuasin, Sumatera Selatan. Desa Sungsang terletak di pesisir laut yang menjadi pusat peritirahatan nelayan di Banyuasin. Membutuhkan 2,5 jam dari kota Palembang yang dapat ditempuh melalui jalur darat atau naik speed boat.

Jika ingin menikmati panorama alam di sepanjang Sungai Musi, tentu lebih baik menggunakan speed boat. Sebab sebelum sampai ke desa wisata itu akan ada sambutan dari lumba-lumba dan burung migran asal Siberia.

Burung migran ini hanya datang sekali dalam setahun, bulan Oktober sampai Desember. Air surut merupakan waktu yang tepat untuk melihat burung migran mencari makan di lumpur. Desa Sungsang IV memang disebut sebagai desa nelayan terluas. Di mana luas perairan desa wisata mencapai 188 ribu hektare untuk daratan dan laut.

Khsusus destinasi wisata, kini tidak hanya burung migran dan lumba-lumba saja di desa itu yang bisa dilihat. Tapi ada pula hutan mangrove dan satwa lain di lokasi Taman Nasional Sembilang.

Pasar Cinde

Pasar Cinde merupakan pusat oleh-oleh di Kota Palembang yang berbentuk pasar tradisional yang telah berdiri sejak tahun 1958. Pasar Cinde ini terletak di Jl. Jenderal Sudirman. Suasananya pun seperti pasar tradisional pada umumnya. Begitu masuk ke dalam pasar sobat pejalan bisa menjelajahi pasar untuk mendapatkan oleh-oleh yang akan dibawa pulang.

Pasar Cinde dikenal lengkap dengan berbagai macam barang dan harga yang terjangkau. Pasar yang terdiri dari beberapa bagian ini sering dikunjungi wisatawan yang ingin membeli pempek atau krupuk khas Palembang. Kedua buah tangan itu banyak dijual di kios-kios yang terdapat di dalam Pasar Cinde.

Nah kalau sobat pejalan tertarik untuk berburu oleh-oleh dengan harga yang sangat murah dari berbagai jenis makanan, kerajinan kain, hingga souvenir lainnya, maka  datanglah ke Pasar Cinde di pagi hari. Selain bisa berburu oleh-oleh sobat pejalan juga bisa mencicipi berbagai kue ringan yang banyak disepanjang jalan.

Pasar 16 Ilir Barat Permai

Pasar 16 Ilir Barat Permai merupakan salah satu pusat oleh-oleh yang ada di kota Palembang Setelah Pasar Cinde. Sesuai namanya pasar ini terdapat di kawasan 16 Ilir, atau tepatnya berada di belakang Ramayana.

Jika sobat perjalan ingin mendapatkan oleh-oleh dengan harga yang sangat terjangkau, maka pilihan yang tepat adalah Pasar 16 Ilir Barat Permai ini wajib Anda kunjungi. Di pasar ini nyaris semua barang dijual dengan harga grosir, sehingga jika membeli oleh-oleh dalam jumlah yang banyak, pasar ini ialah tujuan yang tepat.

Tak perlu takut untuk mencari oleh-oleh Palembang di pasar ini, karena Pasar 16 Ilir Barat Permai ini sudah dikenal dengan harganya yang murah. JIka ingin membeli souvenir emas khas Palembang juga bisa membelinya di pasar ini, karena di sini pun terdapat banyak kios emas.

Selain itu jika sobat pejalan menjelajah semakin dalam ke pasar, maka bisa menemukan tas, dompet, atau pun sarung khas Palembang. Di sini juga para sobat pejalan bisa membeli songket Palembang yang kualitasnya sudah sangat dikenal. Untuk harga songket sendiri sangatlah bervariasi per helainya. Mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tinggal pilih saja mana yang cocok di hati dan di dompet.

Lenggok Palembang

Lenggok Palembang menjadi salah satu tempat yang wajib sobat pejalan kunjungi jika berada di Palembang. Cafe ini menyediakan berbagai oleh-oleh khas Palembang mulai dari kaos, souvenir, makanan khas serta makanan lainnya. Liburan ke Palembang memang sangat seru terutama pada waktu hari besar, akan sangat ramai wisatawan yang datang berkunjung ke Palembang.

Selain Makanan Khas yang paling banyak diminati wisatawan, songket dan souvenir khas Palembang juga menjadi salah satu incaran yang paling banyak dicari. Lokasinya Lenggok Cafe Palembang terletak di Kawasan Kambang Iwak Palembang yang juga menjadi salah satu wisata kota Palembang.

Desain cafe sangat futuristik dengan jendela-jendela yang tersusun dibagian luar, serta ornamen kayu yang ada dididalamnya. Desain dan ornamen khas Palembang juga menambah rasa Palembang Banget, yang juga menjadi salah satu spot selfie yang seru.

Lenggok Palembang
Oleh-oleh yang disediakan disini juga sangat bervariasi mulai dari Harga Hingga jenis oleh-oleh, yang pasti masih terjangkau dan sangat pantas dijadikan uah tangan untuk keluarga teman, maupun saudara. Cafe Lenggok juga menjadi wadah bagi para pengrajin di Kota Palembang yang ingin memasarkan Berbagai Produk hasil dari UMKM dan industri rumahan.

Souvernir di Lenggok Palembang:
1. Kaos Jingok
Kaos Jingok adalah Salah satu oleh-oleh yang bisa didapatkan di cafe lenggok Palembang, Semua Desain kaos ini bergambar dan bertuliskan hal-hal yang berkaitan dengan Palembang. Harganya juga sangat murah dan pilihannya beragam, mulai dari warna ukuran dan Jenis Desainnya.

2. Kain Songket dan Souvenir
Songket menjadi hal yang memang tidak dapat dipisahkan jika berbicara Palembang, Makanya disini juga menyediakan kain songket dan berbagai aksesoris dengan motif kain songket seperti dompet, tas, tanjak, selendang dan masih banyak lagi.

3. Souvenir Mug, Piring dan Miniatur
Selain Songket dan Kaos, ada berbagai aksesoris yang bisa anda jumpai disini, seperti Mug dengan gambar landmark Kota Palembang, piring, miniatur jembatan Ampera. Ada juga gantungan Kunci, Pin dengan harga yang sangat terjangkau. Oleh-oleh ini bisa menjadi piliha untuk dibawa pulang ke kampung halaman.

Lenggok Palembang
Cafe Lenggok Palembang juga menyediakan tempat makan yang seru dan santai, bernuasa kayu klasis kekinian. Hal yang penting tentu saja menunya yang “khas” Palembang, seperti pempek, celimpungan, mie celor, model, tekwan dan laksan. Tersedia juga paket jika anda ingin membawa pulang berbagai menu disini.

Nyenyes Palembang

Nyenyes Palembang merupakan salah satu tempat oleh-oleh bagio sobat pejalan yang sedang berkunjung ke kota Palembang. Nyenyes Palembang ini menyajikan cinderamata berupa kaos dengan desain-desain yang menarik dan mengkonsepnya terkait dengan kota Palembang.Sehingga Nyenyes Palembang menjadi tempat rekomendasi untuk memborong oleh-oleh dari Palembang.

Jika sobat pejalan ingin membawa souvenir khas Kota Palembang seperti Kaos khas Palembang, gantungan kunci dan berbagai pernak-pernik lainnya Nyenyes Palembang pilihan tempatnya. Salah satu pusat oleh-oleh Palembang ini menyediakan berbagai pilihan souvenir dengan desain kekinian dengan harga terjangkau dan berkualitas.

Terletak di Jalan Jenderal Sudirman No. 1080, Kota Palembang. Sobat pekalan juga bisa mampir di loksi outlet lainnya yang tersebar di kota Palembang.  tak hanya itu, sobat pejalan juga bisa berbelanja oleh-oleh dengan  budget maupun kebutuhan yang dapat disesuaikan.

Nyenyes Palembang memiliki berbagai outlet yang tersebar di seluruh Kota Palembang sehingga memudahkan anda untuk mampir dan berbelanja di pusat oleh-oleh Palembang ini. Jadi mau borong oleh-oleh apa dari Nyenyes Palembang?

RM. Sri Melayu

Rumah Makan Sri Melayu merupakan rumah makan terkenal di kota Palembang. Pindan Baung merupakan salah satu menu favorit dari rumah makan Sri Melayu. Meski masakan pindang berasal dari Lampung, namun pindang baung yang ada direstoran ini mampu membuat lidah ketagihan.

Lokasi

Tak sulit menemukan rumah makan ini karena lokasinya berada di jalan utama di daerah pemerintahan, di Jalan Demang Lebar Daun. Sobat pejalan tidak perlu khawatir jika memarkirkan mobil karena spot kuliner ini memiliki lahan parkir yang sangat luas. Restoran ini dikemas dengan ramah keluarga, sehingga rata-rata pengunjung yang makan bersama anggota keluarga.

Pindang Baung

Pelayan berpakaian baju adat melayu ini menyodorkan pilihan menu, dimana  andalan di sini adalah berbagai jenis pindang, ada pindang baung, pindang patin, dan lain-lain. Ikan baung ini adalah ikan sejenis lele (catfish) yang banyak tersebar di Asia Tenggara. Di Sumatera sendiri, ikan ini banyak ditemukan di sungai musi dan sungai batanghari. Itulah kenapa di wilayah Jambi dan Sumatera Selatan banyak ditemukan ikan ini.

Di rumah makan Sri Melayu ini memang memberikan menu yang lezat dibandingkan dengan rumah makan lain yang ada disekitar kota Palembang. Selain pindang, saya juga mencicipi pentul makanan khas Palembang dan lalapannya.

Untuk masalah harga sobat pejalan nggak perlu khawatir, karena harga di rumah makan Sri Melayu ini tergolong standar untuk kelas rumah makan lainnya.

Pondok Kelapo

Rumah Makan Pondok Kelapo merupakan salah satu spot kuliner yang paling terkenal di kota Palembang. Selain memiliki menu-menui dengan kelezatan tiada tara. Konsep rumah makan Pondok Kelapo ini juga menarik. Sehingga selain memenuhi hasrat kuliner sekaligus sebagai tempat wisata foto yang menarik.

Rumah makan ini berkonsep saung layaknya rumah makan sunda di Jawa Barat. Disini sobat pejalan bisa makan sambil lesehan dengan fasilitas lengkap seperti panggung yang siap menghibur pengunjung yang datang. Selain itu, terdapat akurium besar dan kolam yang berisi ikan koi dengan berbagai warna sehingga menambah spot berfoto.

Untuk menu banyak beragam jenis masakan yang disajikan rumah makan Pondok Kelapo diantaranya, ayam goreng bawang putih, capcay seafood goreng, ikan gurame bakar kecap dan ada sambal buah emben (kalau bahasa Palembang) dan sambal terasi biasa. Untuk wadah penyajian bertema  klasik dan natural seperti menggunakan panci nasi jadul, mangkok kecil motof ayam dan ada daun pisang.

Pindang ikan dan pindang asam manis jadi menu favorit rumah makan Pondok Kelapo. Sedangkan untuk  harga memang diatas rata-rata, namun dengan harga seperti itu, bisa membuat perut kenyang dan keluarga senang.

Amaris Hotel Palembang

Check-in and Check-out Time
Check-in: Dari 14:00
Check-out: Sebelum 12:00

Lokasi
Menginap di Amaris Hotel Palembang saat anda sedang berada di Ilir Timur I adalah sebuah pilihan cerdas. Dari Stasiun Kertapati, hotel ini hanya berjarak sekitar 6,79 km. Hotel ini cukup mudah dijangkau karena berdekatan dengan fasilitas publik.

Tentang Amaris Hotel Palembang

Bagi Anda yang menginginkan kualitas pelayanan oke dengan harga yang ramah di kantong, Amaris Hotel Palembang adalah pilihan yang tepat. Karena meski murah, akomodasi ini menyediakan fasilitas memadai dan pelayanan yang tetap terjaga mutunya.

Amaris Hotel Palembang adalah pilihan cerdas bagi Anda yang ingin menginap di hotel dengan harga terjangkau, namun tetap memberikan pelayanan yang baik.

Resepsionis siap 24 jam untuk melayani proses check-in, check-out dan kebutuhan Anda yang lain. Jangan ragu untuk menghubungi resepsionis, kami siap melayani Anda.

Terdapat restoran yang menyajikan menu lezat ala Amaris Hotel Palembang khusus untuk Anda. WiFi tersedia di seluruh area publik properti untuk membantu Anda tetap terhubung dengan keluarga dan teman.

Amaris Hotel Palembang adalah akomodasi dengan fasilitas baik dan kualitas pelayanan memuaskan menurut sebagian besar tamu. Pelayanan yang baik dengan harga terjangkau akan membuat Anda merasa nyaman menginap di Amaris Hotel Palembang.