Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak buruk terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Berdasarkan riset Katadata Insight Center (KIC), sebanyak 82,9% UMKM merasakan dampak negatif dari pandemi ini dan hanya 5,9% yang mengalami pertumbuhan positif.

Hasil survei beberapa lembaga (BPS, Bappenas, dan World Bank) juga menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 menyebabkan banyak UMKM kesulitan melunasi pinjaman serta membayar tagihan listrik, gas, dan gaji karyawan. Beberapa diantaranya sampai harus melakukan PHK. Kendala lain yang dialami UMKM, antara lain sulitnya memperoleh bahan baku, permodalan, pelanggan menurun, distribusi dan produksi terhambat.

Padahal, UMKM merupakan pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia. Jumlah UMKM di Indonesia yakni sebesar 64,19 juta, dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,07% atau senilai 8.573,89 triliun rupiah. Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia meliputi kemampuan menyerap 97% dari total tenaga kerja yang ada serta dapat menghimpun sampai 60,4% dari total investasi.

Bagaimana kondisi UMKM saat ini? Bagaimana peluang dan tantangannya ke depan dan seperti apa dukungan pemerintah untuk menyelamatkan dan membangkitkan kembali UKM?

Ikuti diskusinya bersama para pemangku kepentingan di sektor UMKM dalam webinar “UMKM Sebagai Motor Penggerak Perekonomian”, pada:

Selasa, 26 Oktober 2021
10:00 – 12:00 WIB