Suku Dayak Iban

Duration:
5
Transport:
Car, Boat
Group size:
Min 5 & Max 15
Location:

Rp4.500.000

This trip are not for children & infant

Discount:
Departure:
Total: 4500000
Category:

Special offer

Description

Suku dayak Iban dikenal pula dgn sebutan orang Neban, Hivan atau Dayak Laut. Mereka berdiam disekitar kota Sanggau, Sintang & Kapuas Hulu. Di Kabupatem Kapuas Hulu mereka berdiam di daerah Embaloh Hilir, Embaloh Hulu, Batang Lupar, Badau, Empanang, Nanga Kantuk, Lanjak, & Putusibau.

Di Kab Sintang mereka berdiam dalam Kecamatan Ketungau Hulu. Ketungau Tengah, & Sepauk. Dalam wilayah Kab Sangau mereka berdiam di Kecamatan Sekayam. Suku bangsa Iban terbagi lagi ke dalam sebanyak sub-suku bangsa seperti Balau, Skrang, Saribas, Undup, Kumpang, Sebuyau, Seru, Empran, Katibas & Gaat. Sebenarnya penduduk ini terbagi-bagi lagi menjad jumlahnya sub-suku bangsa yg masing-masing memiliki nama & dialek sendiri.

Sebagian di antara Suku dayak Iban berdiam di Serawak, sektor wilayah negeri Malaysia. Orang Iban termasuk juga kelompok besar Dayak yg mendiami sebahagian akbar hulu Sungai Kapuas dgn anak-anaknya Sungai Embaloh & Sungai Lauh, di seputar Danau Kapuas, daerah Nanga Badau, Selimbau, Bunut, Putusibau, hingga ke perbatasan & masuk ke wilayah Serawak, Malaysia.

Mata pencaharian pokok penduduk Suku dayak Iban ini yakni bercocok tanam di ladang. Tanaman mereka ialah padi, ubi-ubian, sayur & buah-buahan. sebahagian dari mereka bekerja meramu hasil hutan, seperti rotan & damar, atau menebang kayu gelondong buat dipasarkan. Di antara mereka sekarang ini sudah banyak serta yg meraih pendidikan tinggi, maka dapat bekerja di kantor-kantor pemerintah & swasta di kota-kota.

Suku dayak Iban mengembangkan beraneka ragam macam wujud seni etika lisan. Contohnya pantun sindiran yg di sampaikan dikala meminang. Nyanyian pujian pada dewa atau permohonan berkat (ensemak) waktu mengakses ladang atau saat menanam. Mantra yg di sampaikan bersama lagu oleh dukun buat mengobati orang yg sedang sakit (mantra balian). Seni berpantun utk bersenang-senang (didi) dalam pergaulan bujang mudi. diluar itu mereka tetap mewariskan rutinitas lisan berbentuk narasi rakyat. Cerita-cerita diungkapkan kepada upacara kelahiram, perkawinan, atau kematian. Baju & seni hias tradisional Iban serta dikenal indah-indah, seperti ikat atau tutup kepala, kalung, gelang, ikat pinggang, pakaian, kain yg tersulam dgn manik-manik dgn motif-motif penuh tata warna.

 


Itinerary

Hari 1

Penjemputan peserta di Bandara Pangsuma, Putusibau ( Garuda & Kalstar ). Makan siang sebelum lanjut ke perjalanan ke Taman Nasional Danau Sentarum, Lanjak ( 3 jam perjalanan ). Tiba di Lanjak, peserta diajak naik speedboat menuju desa Semangit di tengah2 danau. Hunting sunset dan explore kampung nelayan di sekitar desa. Makan malam dan menginap di rumah warga.
2

Hari 2

Bangun shubuh, untuk menyaksikan sunrise dan aktivitas nelayan di sisi lain Danau Sentarum. Peserta akan diajak menyusuri labirin hutan yang tumbuh diatas air danau. Hunting foto aktivitas nelayan dan sunrise pagi serta lanskap Danau Sentarum. Kembali ke desa Semangit untuk makan siang. Selepas siang, peserta akan diajak ke dusun Sungai Pelaik untuk menyaksikan rumah panjang dan kehidupan Dayak Iban. Sore nya santai sambil hunting foto sunset di rumah pos jaga/villa di tengah2 danau. Bermalam dan makan di villa. Hunting foto milkyway dan acara bebas.
3

Hari 3

Kembali ke dusun Semangit dan sarapan pagi. Lanjut perjalanan ke Pulau Tekenang, hunting foto lanskap danau dari atas bukit. Kembali ke Lanjak dan makan siang. Kemudian lanjut perjalanan darat ke desa Dayak Iban di Sungai Utik. Hunting foto kehidupan sosial di sekitar rumah panjang Dayak Iban. Makan dan bermalam di Sungai Utik.
4

Hari 4

Bangun pagi dan sarapan pagi bersama warga lokal di rumah panjang. Program dari pagi hingga sore adalah hunting foto berburu binatang di hutan adat, tato tradisional, pakaian adat dan daily life lain nya. Makan dan bermalam di Sungai Utik.
5

Hari 5

Bangun pagi dan sarapan di Putusibau. Sebelum akhir nya ke Bandara. Trip berakhir.

 

Note :

  1. Tarian adat di Sungai Utik masih di konfirmasi ( biaya tarian diluar paket )
  2. Foto tato tradisional, bisa kapan saja karena setiap warga disana memiliki tato
  3. Proses pembuatan tato harus ijin dulu ke kepala adat, karena harus menyesuaikan apakah ada talent yang di tato pada saat itu ( biaya tarian diluar paket )
  4. Berburu binatang akan dilakukan di hutan adat, nanti menggunakan beberapa talent warga lokal yang terbiasa berburu
  5. Selama trip tidak ada menginap di hotel, kami pihak tur hanya menanggung biaya menginap di rumah warga di Danau Sentarum dan rumah Dayak Iban
  6. Makanan menyesuaikan ketersediaan di lokasi trip
  7. Kami pihak tur hanya menanggung biaya talent untuk : 5 orang warga berburu binatang, 2 orang pengrajin anyaman purun, 3 orang pakaian adat dan tato yang sudah jadi serta kegiatan memasak pulut/makanan dimasak didalam bambu.
  8. Jika ada permintaan tambahan jumlah talent, maka harga diluar tanggungan tur
  9. Talent tarian adat Dayak dan talent proses pembuatan tato bukan tanggungan pihak tur
  10. Pihak tur tidak memberi garansi terhadap ada nya perform tarian Dayak dan talent proses bikin tato ( namun sejauh ini kami akan terus mengkonfirmasi desa agar di sediakan aktivitas yg dimaksud )

 

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Suku Dayak Iban”

Your email address will not be published. Required fields are marked *